Selasa, 19 Feb 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Cek Fisik, Pacheco Dkk Jalani Cooper Test, Ternyata Ini Tujuannya...

12 Februari 2019, 13: 29: 16 WIB | editor : ali mustofa

bali united, cooper test, liga 1 2009, coach eko

Fadil Sausu, Melvin Platje, dan William Pacheco saat latihan rutin di lapangan Trisakti beberapa hari lalu (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

DENPASAR – Skuad tim Bali United menjalani cooper test yang dilakukan di Stadion Ngurah Rai Senin (11/2) kemarin.

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik pemain. Di bawah pimpinan asisten pelatih Bali United Eko Purdjianto dan pelatih fisik Yogi Nugraha, para pemain menjalani aktivitas lari mengelilingi lintasan lapangan.

Eko Purdjianto mengungkapkan, memilih stadion Ngurah Rai sebagai lokasi tes lantaran dari segi fasilitas cukup mendukung.

“Stadion yang ada treknya di Bali hanya ada di sini. Kami sudah survei. Lokasi ini cukup nyaman,” tuturnya ditemui usai memimpin tes.

Tolak ukur tes ini kata dia untuk mengetahui data pemain yang siap dari segi fisik pada pertandingan-pertandingan.

Aktivitas ini sebagai salah satu metode untuk mengukur ketahanan fisik pemain untuk diambil jumlah putaran.

“Setiap pelatih itu punya program tes ini. Apakah mau dilakukan atau tidak. Tapi biasanya diukur,” imbuhnya.

Disinggung apakah ini juga sebagai salah satu persiapan jelang duel melawan Persela pada 18 Februari mendatang, Eko membenarkan hal tersebut. “Salah satunya tes ini, kesiapannya,” kata Eko.

Sementara itu, pelatih fisik Yogi Nugraha menambahkan tes tersebut sebagai barometer untuk mengetahui kondisi kebugaran pemain.

Mengenai hasilnya sendiri diakui cukup bagus, dari keseluruhan pemain yang menjalani tes, 97 persen menunjukkan hasil positif.

“Karena kami ada standar, saya sebagai pelatih fisik, jadi sebelum mulai kami sampaikan ke pemain, kamu target segini, di bawah segini kamu harus latihan tambahan dengan saya.

Untuk yang kurang bagus, ini awal musim oke nggak apa-apa. Tapi, nanti bukan hanya sekali saja tes, nanti sebelum liga mulai ada lagi,” bebernya.

Dia menegaskan bahwa ini masih free season untuk mengambil fix performa pemain di Liga 1. “Tujuan target tim ini adalah di Liga 1,” tegas dia.

Tesnya sendiri, terbagi dalam masing-masing kelompok. Pemain diberikan waktu berlari mengelilingi lapangan dalam waktu 12 menit.

“Putarannya kita ada target, tapi saya nggak bisa sampaikan, karena sekali lagi siapa yang bagus, berapa putarannya per individu pemain itu bagi saya

bukan konsumsi publik itu untuk konsumsi tim pelatih. Baik buruknya pemain cukup tim pelatih yang tahu,” tandasnya. 

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia