Rabu, 19 Jun 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Begini Kronologis Aksi Brutal Kernet Bus Hajar Istri Ustaz Derry

12 Februari 2019, 18: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

ustaz derry sulaiman, kernet bus, aksi penganiayaan, polsek kuta

Kernet Bus Pariwisata Adi Cahaya Made Prima Yoga diamankan di Mapolsek Kuta (Istimewa)

Share this      

KUTA - Polisi akhirnya mengamankan kernet bus, pelaku penganiayaan terhadap Antika Joda, istri  Ustad Derry Sulaiman, eks gitaris band metal Batrayer.

Pelaku bernama Made Prima Yoga, kernet bus pariwisata Adi Cahaya ini menyerahkan diri ke Polsek Kuta sehari setelah kasus penganiayaan, Jumat (8/2) sekitar pukul 16.00 Wita.

Menurut Kuasa Hukum Antika Joda, Agustinus Nahak, kejadian penganiayaan ini terjadi pada Kamis (7/2) pukul 20.00 di Jalan Bypass Ngurah Rai depan Hotel Kristal Kuta.

Kejadian bermula saat mobil yang dikendarai korban Antika Jodi ditabrak sebuah sepeda motor dari arah belakang.

Karena hal itu, wanita kelahiran Jakarta 25 Mei 1978 tersebut terpaksa turun dari mobil untuk mengecek bagian belakang mobilnya yang ditabrak sepeda motor tersebut.

"Korban turun dari mobil untuk melihat kondisi mobil dan berbicara dengan pengendara sepeda motor yang menabrak mobilnya, sehingga terjadi sedikit kemacetan," terang Agustinus Nahak, Selasa (12/2) siang.

Saat itu, melintaslah bus pariwisata Adi Cahaya dari belakang dan memberi klakson berkali-kali agar mobil korban menepi.

Mendapati hal itu, korban menepikan mobilnya ke pinggir jalan dan memberi jalan bus tersebut sambil meminta sopir bus yang berulang kali memencet klakson tersebut untuk bersabar.

Namun setelah bus berhasil melewati mobil korban, tiba-tiba bus tersebut kembali berhenti. “Pelaku lantas turun dan marah-marah,” kata Agus Nahak.

Karena pelaku marah-marah, korban berusaha menjelaskan kepada pelaku terkait alasan kenapa mobilnya berhenti.

"Pelaku tidak terima dan kemudian memukul pipi korban dengan tangan kanan di kepal sehingga menyebabkan luka lebam  dan selanjutnya pelaku menendang perut korban yang menyebabkan sakit dan keram perut," terang Agus Nahak.

Mirisnya lagi, selain karena korban adalah seorang perempuan, kejadian penganiayaan yang dilakukan pelaku yang notabene adalah seorang pria tersebut juga disaksikan langsung oleh anak korban.

Saat itu, anak korban menyaksikan ibunya dianiaya dari dalam mobil. Beruntung setelah beberapa lama, pengendara yang melintas pun berusaha melerai.

Usai insiden, korban langsung melaporkan kejadian itu ke kepolisian Polsek Kuta.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP