Minggu, 15 Dec 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Bangun Buleleng Command Center, Diskominfo Siapkan Dana Rp 5 Miliar

12 Maret 2019, 16: 05: 59 WIB | editor : ali mustofa

buleleng command centre, diskominfo buleleng, anggaran proyek

COMMAND CENTRE: Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyaan melakukan pengecekan lahan untuk pembangunan Buleleng Command Centre (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Kominfo Sandi) Buleleng menyiapkan anggaran sedikitnya Rp 5 miliar, untuk pembangunan Buleleng Command Centre.

Sedianya gedung tersebut akan dibangun tahun ini, setelah dokumen detail engineering design (DED) rampung disusun.

Kepala Dinas Kominfo Sandi Buleleng Ketut Suweca mengatakan, gedung itu akan dibangun di parkir barat Kantor Bupati Buleleng. Tepat di sebelah barat Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng.

Gedung yang ada di parkir barat, rencananya akan diratakan. Sementara koperasi dan mailing room yang ada di areal tersebut, akan dipindahkan ke tempat lain.

“Kami manfaatkan lahan seluas 4,5 are dan dibangun dua lantai. Tahun ini pasti dibangun. Anggarannya sudah ada. Kami tinggal menunggu penyusunan DED selesai,” kata Suweca.

Sementara untuk pengadaan perangkat elektronik, server, serta jaringan fiber optic, rencananya akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.

Diperkirakan Buleleng Command Centre baru bisa beroperasi penuh pada pertengahan tahun 2020.

“Memindahkan server dan menyiapkan jaringan itu kan butuh waktu. Paling cepat pertengahan tahun 2020 sudah bisa digunakan. Nanti Dinas Kominfo Sandi juga akan berkantor di gedung Command Centre itu,” imbuh Suweca.

Lebih lanjut Suweca menjelaskan BCC akan menjadi pusat data milik pemerintah di Kabupaten Buleleng.

Data-data yang selama ini tersebar di beberapa dinas, akan dihimpun menjadi satu di Command Centre. Data-data tersebut akan diolah menjadi bentuk digital, sehingga lebih mudah diakses.

Selain itu Command Centre juga akan menjadi lokasi penyimpanan server milik pemerintah. Selama ini server-server data milik pemerintah, disimpan oleh masing-masing dinas.

Pemusatan server akan memudahkan pemerintah mengelola dan memelihara aplikasi. Terlebih kini ada 54 buah aplikasi yang dikelola pemerintah. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP