Minggu, 22 Sep 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Pesona Gana Waterfall Begitu Memikat, Irisan Surga Dunia di Bali

13 Maret 2019, 02: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

gana waterfall, surga dunia, pesona alam, tampaksiring gianyar

Masyarakat berswafoto dengan latar pemandangan air terjun Gana, atau Gana Waterfall yang berlokasi di Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring (Istimewa)

Share this      

GIANYAR – Sejak 2018 lalu, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, mengembangkan potensi wisata air terjun Gana yang ada di wilayah desa mereka.

Air terjun yang diberi nama Gana Waterfall itu kini masih ditata. Hanya saja, akses menuju lokasi air terjun kurang memadai.

Perbekel Pejeng Kangin I Gede Purniadi, mengaku telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengembangkan potensi air terjun.

“Di dekat air terjun ada Pura Gana, sehingga disebut dengan Gana Waterfall. Hanya saja akses menuju ke sana belum ada,” ujar Purniadi.

Sayangnya, obyek wisata yang akan digagas itu belum memiliki akses masuk yang layak di eksplorasi untuk wisatawan.

“Akses masuknya sekitar 400 meter dari areal parkir yang merupakan pelaba pura desa. Untuk mencari lokasi air terjun itu belum ada jalannya,” terang Gede Purniadi.

Pancuran air Gana Waterfall sendiri berasal dari aliran sungai pecahan Tukad Pakerisan di Bukit Empelan Pejeng.

Meski belum ada akses, warga setempat mulai membersihkan lokasi tersebut dengan menyusuri jalan setapak dan tebing yang ada.

“Biasanya setiap Jumat kami gotong royong, sekarang kami tambah di hari Rabu bersih-bersih. Ini langkah kami dalam menyadarkan

masyarakat akan sampah. Kami malu nanti setelah mendapat julukan desa wisata namun masih ada sampah plastik,” terangnya.

Sampah yang dibersihkan itu berupa ranting kayu yang hanyut, sampah plastik dan lainnya. Termasuk memunguti sampah yang mengendap di bawah air terjun dan sungai.

Pelan namun pasti, pihaknya berencana membangun jalan setapak menuju lokasi air terjun. Jalan setapak yang diperlukan selebar 1,5 meter sepanjang 400 meter.

Anggaran yang diperlukan mencapai Rp 250 juta. “Potensi pariwisatanya sudah kami miliki. Hanya saja perlu mengembangkan potensi SDM dan anggarannya saja,” tukasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP