Selasa, 23 Apr 2019
radarbali
icon featured
Features
Menilik Perahu Daur Ulang Buatan DLH Denpasar

Dirancang Sejak Pertengahan 2018 Lalu, Perahu Bisa Menampung Lima Anak

18 Maret 2019, 22: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

perahu daur ulang, komunitas tukad badung, Pemkot Denpasar, DLH kota Denpasar, sampah plastik, sampah daur ulang,

KREATIF : Perahu daur ulang buatan DLH kota Denpasar yang diserahkan Komunitas Tukad Badung di Pemogan, Densel (Wayan Widyantara)

Upaya memerangi sampah khususnya sampah plastik, Pemerintahan Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Denpasar membuat karya unik, kreatif sekaligus inovatif.

Karya anak bangsa ini yakni dengan membuat perahu dari sampah daur ulang berbahan plastic. Seperti apa?

I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

Perahu plastik dengan dominasi warna hijau dan biru diikat di pingiran bantaran Tukad Badung tepatnya di kawasan Pemogan, Denpasar Selatan, Senin (18/3).

Perahu dengan bahan dasar botol dan jerigen plastic itu ternyata diserahkan kepada komunitas komunitas Tukad Badung.

Penasaran dengan keberadaan perahu plastic berbahan daur ulang, Jawa Pos Radar Bali kemudian menghubungi Sekretaris DLH Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirawaba.

Saat dihubungi, ia membenarkan jika perahu tersebut merupakan perahu daur ulang.

 “Iya, itu (perahu), produk daur ulang,” ujar Wirawaba

Dijelaskan, perahu yang dibuat dengan kerangka besi dan jerigen serta botol plastik tersebut sudah dirakit oleh DLH Kota Denpasar sejak pertengah tahun 2018 lalu.

 “Memang agak lama, karena harus mengumpulkan botol yang sama,” ungkapnya lantas tertawa.



Setelah perahu daur ulang tersebut jadi, kata Wirabawa, perahu daur ulang itu juga sempat dipamerkan di sebuah acara pameran yang digelar Pemkot Denpasar pada awal maret lalu. Selanjutnya, diserahkan kepada pihak Komunitas Tukad Badung untik dikelola. 



“Ya supaya dapat dimanfaatkan oleh komunitas tersebut. Seperti untuk bersihlan sampah di sepanjang taman pancing dan sebagainya,” terangnya.



Meski terbuat dari botol plastik bekas berwarna hijau dan biru, kekuatan perahu tersebut ternyata mampu menampung lima orang anak-anak. Untuk dewasa, bisa sampai 3 orang. 



Untuk jumlah, diakui Wirabawa baru satu perahu saja. Namun untuk kedepannya, diserahkan kepada pihak Komunitas Tukad Badung, apakah nantinya akan dikembangkan sebagai sebuah rekreasi untuk masyarakat umum atau pun yang lainnya. 



“Namun yang jelas, perahu tersebut tujuannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa produk sampah bisa di manfaatkan kembali dengan di daur ulang dan bisa menjadi perahu,”pungkasnya.

(rb/ara/pra/mus/JPR)

 TOP