Selasa, 23 Apr 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Diterjang Puting Beliung, Delapan Rumah di Buleleng Bali Rusak Parah

21 Maret 2019, 04: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

puting beliung, cuaca buruk, rumah rusak, bpbd buleleng

Dampak puting beliung di Tukadmungga membuat rumah sejumlah warga rusak parah (Eka Prasetya/Radar Bali)

TUKADMUNGGA – Angin puting beliung menerjang wilayah Banjar Dinas Dharma Yasa Desa Tukadmungga. Akibatnya delapan rumah rusak ringan akibat terjangan angin.

Pihak desa telah mendata kerusakan dan mengusulkannya pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, agar para korban mendapatkan bantuan.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 04.30 pagi kemarin (20/3). Hujan disertai angin kencang, melanda wilayah Kabupaten Buleleng.

Tiba-tiba angin puting beliung langsung menyapu wilayah Banjar Dinas Dharma Yasa. Angin datang dari arah utara menuju ke selatan. Rumah warga yang beratap seng, diterbangkan angin.

Salah seorang warga, Gede Suwenten mengatakan, sekitar pukul 04.00 pagi ia terjaga dari tidurnya. Sebab hujan lebat tiba-tiba turun.

Mendadak angin kencang menyapu atap rumahnya. Akibatnya atap di bagian teras hilang diterbangkan angin. Begitu juga dengan atap seng yang menutupi ruang tamu rumahnya.

“Saya tidak berani keluar kamar. Tiba-tiba ada suara ribut seperti atap diterbangkan angin. Air hujan itu langsung turun di ruang tamu. Jadinya kebanjiran,” kata Suwenten.

Warga lainnya, Made Buda Artana mengungkapkan hal serupa. Buda mengatakan, akibat musibah angin putting beliung itu, atap genteng di rumahnya rusak diterbangkan angin.

Selain itu pohon kamboja di halaman rumahnya juga tercabut hingga akar dan merusak sanggah di rumahnya.

“Atap rumah saya diterbangkan angin. Ini sanggahnya juga tertimpa pohon jepun. Kami perbaiki seadanya aja dulu,” ungkapnya.

Sementara itu Perbekel Tukadmungga Putu Madia mengatakan, setidaknya ada delapan rumah di wilayahnya yang terdampak puting beliung.

Masing-masing rumah milik Gusti Gede Sutayasa, Ketut Tirta, Made Budi Artana, Ketut Jiwa, Ketut Kerti, Gede Suwenten, Nyoman Pasek, dan Ketut Suryasa.

“Kami baru mendata saja. Total kerugiannya belum bisa kami pastikan, karena masih dihitung. Segera kami laporkan ke BPBD. Mudah-mudahan warga kami ini bisa mendapat bantuan,” ujar Madia.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP