Selasa, 17 Sep 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

CATAT! 118 Mayat Menumpuk, RSD Mangusada Tolak Titip Jenazah Warga

22 Maret 2019, 04: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

118 mayat, rsd mangusada, jenazah warga, panca wali krama

Tenda yang disiapkan BPBD Badung untuk menampung jenazah yang dititipkan warga di RSD Mangusada (dok.radarbali)

Share this      

MANGUPURA- Ruang jenazah  Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Kabupaten Badung benar-benar overload.

Pasalnya sebanyak 118 jenazah yang dititip di ruang jenazah. Pihak RSD pun mengeluarkan kebijakan tidak menerima penitipan jenazah.

Kecuali, pasien yang meninggal sedang menjalani perawatan di rumah sakit plat merah tersebut.

Dirut RSD Mangusada Kabupaten Badung dr I Nyoman Gunarta mengakui, beberapa jenazah sudah ada yang dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dilangsungkan ritual mekinsan di Geni dan mekinsan di Pertiwi.

Hingga Kamis (21/3) rumah sakit tersebut menampung sebanyak 118 jenazah. “Sebetulnya ada jenazah yang sudah dibawa pulang oleh keluarga.

Tapi kan ada yang baru meninggal, sehingga relatif jumlahnya tidak berkurang,” ungkap Gunarta, Kamis kemarin.

Karena sudah overload, pihak rumah sakit memutuskan untuk tidak lagi menerima penitipan jenazah. Kecuali yang memang meninggal dalam menjalani perawatan di RSD Mangusada.

“Jadi, yang kami terima tambahannya hanya yang meninggal di RSD Mangusada saja, yang dari luar tidak kita terima,” terangnya.

Diprediksi jenazah akan berkurang seiring berakhirnya upacara Panca Walikrama di Pura Agung Besakih.

“Sampai saat ini belum ada pemberitahun dari pihak keluarga untuk membawa pulang jenazah yang sudah lama dititipkan, ” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kelebihan daya tampung di Kamar Jenazah RSD Mangusada sudah terjadi sejak Selasa (5/3).

Selain di dalam ruangan,  jenazah yang dititipkan berada di tiga tenda yang dipinjam dari BPBD Badung. Kendati jenazah tidak ditempatkan di dalam lemari pendingin (freezer),

pihaknya rumah sakit memastikan jenazah ditempatkan dengan baik. Sebab, hasil dari koordinasi dengan tim ahli, yang penting menggunakan peti. Jenazah diformalin dengan dosis tinggi. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP