Jumat, 19 Apr 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Puluhan Warga Paksebali Klungkung Diserang Ribuan Lalat

26 Maret 2019, 19: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

serangan lalat, wabah lalat, Desa Paksebali, BUMDes Paksebali, TPS Kung, Sampah menumpuk,

DIBANTU SEMPROTAN : Warga Pakesebali mendapat bantuan semprotan setelah hampir sepekan diserang wabah lalat (Istimewa)

SEMARAPURA- Ribuan lalat menyerbu puluhan rumah di Dusun Timbrah, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Seperti dibenarkan Perbekel Paksebali, Putu Ariadi, Selasa (26/3).

Dijelaskan, serangan lalat ke rumah warga terjadi sejak sepekan lalu. “Tepatnya 20 Maret, lalat-lalat masuk ke rumah warga dan sangat mengganggu,”jelasnya.

Diduga ribuan lalat itu, kata Ariandi dipicu adanya keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kung di Dusun Timbrah, Desa Paksebali awal Maret 2019.

“Aparat desa sudah turun tangan melakukan penyemprotan lalat dan membagikan alat penyemprot serta cairan pembasmi lalat kepada warga-warga yang terkena dampak,”jelas Ariadi.

Selain itu,  terkait produksi sampah dirinya mengungkapkan jika rata-rata sampah yang dihasilkan 400 KK Desa Paksebali mencapai dua truk per hari. Hanya saja karena keterbatasan mesin pengolah sampah, petugas pemilahan sampah, dan luasan tempat pengolah sampah, tidak semua sampah bisa diolah di TOSS Paksebali dan TPS3R Paksebali.

“Hanya satu pickup saja yang bisa kami olah di TOSS Paksebali dan TPS3R Paksebali. Sisanya kami buang di TPA Banjar Belahpane, Desa Sidan, Gianyar,” ungkapnya.

Namun lantaran kegiatan pembuangan sampah tidak bisa lagi dilakukan di TPA Banjar Belahpane, Desa Sidan, Gianyar, pihaknya akhirnya membuat TPS Kung di Dusun Timbrah, Desa Paksebali sejak 1 Maret 2019 lalu.

Adapun sampah-sampah yang tidak bisa diolah di TOSS Paksebali dan TPS3R Paksebali, akhirnya dibawa ke TPS yang dibuat di lahan milik warga seluas 50 are. “Lahan itu diberikan warga secara cuma-cuma,” ujarnya.

Hanya saja, seiring berjalannya waktu, sampah yang menumpuk di TPS itu pun semakin banyak. Apalagi saat ini hujan kerap turun di Kabupaten Klungkung, sehingga bau busuk dan tak sedap sangat menggangu warga dan memicu timbulnya lalat.

“Sekali lagi, lalat-lalat ini juga sampai ke rumah-rumah warga yang jaraknya sekitar 100 meter dari TPS. Ada sekitar 20 KK yang tinggal di 15 pekarangan berbeda yang terkena dampak serangan lalat ini. Karena sangat mengganggu, warga pun mengeluhkan keberadaan lalat-lalat ini,” katanya

Sehingga untuk mengantisipasi dna membantu warga dari serangan lalat, pihak BUMDes Paksebali melakukan penyemprotan dan pembagian alat semprot pengusir lalat.

(rb/ayu/pra/mus/JPR)

 TOP