Rabu, 24 Apr 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Gelombang Tinggi, Nelayan Tabanan Pilih Rehat, Tak Berani Melaut

27 Maret 2019, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

gelombang tinggi, nelayan tabanan, tak melaut

Para neyalan di pantai Pasut yang memarkir jukung di daratan karena gelombang tinggi. (Juliadi/Radar Bali)

TABANAN - Cuaca Ekstrem yang masih terjadi dengan siklon tropis veronica yang muncul hampir di perairan Bali. Juga ternyata berdampak aktivitas nelayan di laut.

Di Tabanan nelayan di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kerambitan, Tabanan takut melaut. Kondisi mereka tak melaut sudah terjadi selama empat hari. Hingga kini tinggi gelombang laut mencapai 3 meter.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di Pantai Pasut, sejumlah perahu nelayan tampak parkir berjejer di tepi pantai.

Bahkan, kondisi ini juga terjadi di Pantai Yeh Gangga di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan I Ketut Arsana alias Sadam menjelaskan,

nelayan sudah tidak melaut sejak empat hari. Bahan Senin pagi kemarin tinggi gelombang mencapai 3 meter.

Dengan kondisi itu Sadam menghimbau seluruh nelayan untuk sementara waktu menunda menangkap lobster maupun ikan.

"Gelombang laut saat ini tinggi, jadi kalau memaksakan akan bahaya kemarin nelayan sudah kami imbau," ujarnya.

Belum tahu kapan gelombang laut akan kembali normal. Diakui Sadam selama nelayan tidak melaut, para nelayan biasanya bekerja di sawah.

Kebetulan saat ini sedang musim tanam. Kemudian ada pula nelayan yang membenahi jaring dan perahu mereka agar saat melaut sudah kembali.

"Saat ini di Pantai Pasut sudah mulai ada lobster sementara ikan lain seperti layur sudah menjauh," katanya sembari mengatakan total keseluruhan nelayan di Tabanan mencapai 1036 dengan total perahu 341. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP