Selasa, 16 Jul 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Salah Paham di Arena Tajen, Caleg Gerinda Babak Belur Dianiaya Bebotoh

09 April 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

aksi penganiayaan, caleg gerindra, dapil selemadeg, dianiaya bebotoh, polsek selemadeg

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

TABANAN - Lantaran salah paham di lokasi tajen (sabung ayam) di wilayah Banjar Dinas Anggasari Kaja, Desa Munduktemu, Pupuan, Tabanan,

seorang calon legislatif (caleg) dari Partai Gerindra, I Wayan Artawan, 46, baku hantam dengan Agus, sesama bebotoh sabung ayam.

Tak terima dengan kejadian itu, karena merasa wajah babak belur dipukul, akhirnya caleg partai Gerinda dapil 4 Selemadeg Raya melapor ke Polsek Pupuan, Tabanan Senin kemarin.

Berdasar informasi, aksi penganiayaan yang dilakukan terlapor (Agus) bermula dari korban datang ke arena tajen sekitar pukul 15.30 Wita.

Saat itu, ia membawa seekor ayam aduan, dan kebetulan ayam milik terlapor Agus merupakan saingannya yang menurutnya sepadan jika akan diadu.

Tak lama berselang, keduanya lantas mencoba untuk taruhan. Kemudian korban mengawali dengan mengatakan apabila taruhan ayamnya ngecok (3 berbanding 4) tidak jadi atau batal.

Tapi, kalau taruhannya ngasal, silakan dilepas atau lanjutkan diadu. Namun, perkataan tersebut diduga yang membuat terlapor Agus marah dengan nada tinggi sembari

menyatakan jika akan mencari taruhan yang besar akan dicarikan dengan taruhan Rp 200 Juta atau dengan jumlah besar. 

Mendengar perkataan tersebut, korban lantas turun ke lokasi aduan ayam tersebut dengan maksud baik-baik dan kembali mengatakan maksudnya semula bahwa

apabila ayamnya dengan taruhan ngecok (isitilah taruhan) tidak jadi, tapi kalau ngasal (istilah taruhan) silakan dilanjutkan atau dilepas untuk diadu.

Namun tak disangka, usai korban mengatakan hal tersebut bogem mentah dikeluarkan terlapor Agus ke arah korban hingga mengenai pukul bagian rahang kiri.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami bekak di bagian wajah dan mengenai rahang kirinya. Itu yang membuat tak terima dan langsung melaporkannya ke Mapolsek Pupuan.

"Iya memang ada kejadiannya, itu hanya salah paham saja. Tapi korban tidak ada kenapa sama sekali," ucap Kapolsek Pupuan, AKP Ida Bagus Mahendra, Senin (8/4) malam. 

AKP Mahendra melanjutkan, identitas pelaku masih belum jelas sebab identitas awal/nama panggilannya adalah Agus dan berasal dari luar Desa Munduk Temu.

Meskipun begitu, kata dia, hari ini kepolisian akan memanggil kedua pihak untuk dipertemukan. "Hari ini)kami akan pertemukan mereka, terkait bagiamana solusinya nanti. Kita mediasi lah dulu," tandasnya. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP