Jumat, 19 Apr 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Janji Tak Kunjung Ditepati, Jalan Desa di Tegalalang Dibiarkan Rusak

16 April 2019, 05: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

jalan desa, jalan di tegalalang, jalan rusak, pemkab gianyar

Jalan di Desa Kendran, Kecamatan Tegallalang dibiarkan rusak dan belum tersentuh perbaikan (Istimewa)

GIANYAR – Jalan desa di wilayah Kecamatan Tegalalang, dibiarkan rusak. Seperti Jalan Banjar Gagah di Desa Keliki dan Jalan Banjar Pande di Desa Kendran tidak mulus lagi.

Material aspal berupa batu dan aspal hanyut ketika hujan lebat. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh warga setempat.

Salah satu warga I Wayan Diana atau yang akrab disapa Pak Saleh menyatakan, Jalan Banjar Gagah ke Jalan Penjengaji di Desa Keliki mengalami kerusakan sepanjang 1,7 kilometer.

“Dulu jalan ini sudah pernah diukur, katanya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak jadi diperbaiki,” ujar I Wayan Diana kemarin (14/4).

Memang jalan tersebut terletak di desa. “Tapi hampir setiap saat jalan ini dilewati sama wisatawan. Mereka kesini bersepeda. Jalan ini juga menembus ke beberapa objek wisata di Tegalalang,” jelasnya.

Kata dia, tak jarang beberapa kali, ada wisatawan yang mengalami kecelakaan karena jatuh saat melintas di jalan rusak.

“Dulu pernah dijanjikan perbaikan 1 kilometer saja. Tapi sampai sekarang jangankan 1 kilo, malah tidak ada,” jelasnya.

Tidak hanya menjadi akses pariwisata, jalur itu juga menjadi alternatif ketika ada pengalihan arus lalu lintas di wilayah Ceking. “Jadi kami mohon supaya jalan ini bisa diperbaiki secepatnya,” pintanya.

Diakui, kerusakan parah dirasakan terjadi sejak setahun terakhir. Penyebabnya diduga karena kualitas jalan yang buruk.

“Awalnya ini jalan swadaya, tapi untuk mempercepat alternatif ke Ceking, maka dijadikan jalan alternatif,” terangnya.

Jika ada pengalihan, sering kali pula kendaraan besar berupa truk juga ikut melintas. “Kadang pengalihan arus di Ceking, truk besar sering ke sini. Jadi alternatif sejak tahun 1996,” terangnya.

Seingat Diana, hotmix jalan ini dilakukan sekitar tahun 2011. Dilanjutkan dengan pengaspalan sekitar 3 kali.

“Sekitar 3 bulan lalu. Ditembel pakai beton menggunakan dana donatur. Tapi, saat ini kembali retak,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan warga I Ketut Narwa. “Pas depan rumah saya ada jalan rusak. Sudah sering tamu jatuh. Bahkan ada tamu Jerman jatuh harus dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Menurutnya, apabila hendak diperbaiki, pihaknya berharap jalan tersebut bisa diperlebar. “Di sini seharusnya bisa diperlebar lagi. Saat ini 3 meter. Seharusnya bisa dilebarkan lagi 1 meter supaya mobil bisa papapsan,” pintanya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP