Jumat, 24 May 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Gunung Agung dan Pura Lempuyang Jadi Spot Terbaik Bidikan Wisatawan

22 April 2019, 01: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

erupsi gunung agung, pura lempuyang, spot terbaik, bidikan wisatawan

GAGAH: Wisatawan asing menikmati keindahan Gunung Agung dari Pura Penataran Agung Lempuyang, Desa Purwayu, Karangasem (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

AMLAPURA—Pura Lempuyang dan pemandangan Bukit Lempuyang belakangan ini semakin ramai di kunjungi wisatawan.

Ini terjadi semenjak Gunung Agung mengalami erupsi. Tampaknya promosi secara tidak sengaja terjadi.
Dimana ada turis yang berfoto dari Pura Lempuyang dengan latar belakang Gunung Agung tengah erupsi.
Ini mengakibatkan banyak wisatawan ingin ke sana untuk melihat Gunung Agung yang sedang erupsi dan juga menikmati pemandagan bukit Lempuyang.

Dari Pura Lempuyang Gunung Agung terlihat jelas. Termasuk juga saat ada embusan dan mengepulkan asap ke atas kawah.

Hal ini menjadikan Pura ini menjadi salah sau spot foto terbaik di Bali. Terlebih kalau dapat Gunung Agung sedang mengepulkan asap dari kawahnya.

Ini menambah pemandangan menjadi semakin artistik. Bahkan, sampai saat ini wistawan yang ke Pura Lempuyang juga belum berkurang.

Jumlah wisatawan yang datang ke Pura tersebut sekitar 600 orang per harinya, ini termasuk wisatawan domestik dan asing.

Menurut Ketua Kelompok Guide Pura Lempuyang Wayan Aardana, wisatawan yang datang ke Pura Penataran Agung Lempuyang sebagian besar untuk melihat Gunung Agung.

Mereka ingin mengabadikan Gunung Agung dengan kamera yang mereka bawa. Bahkan ada yang berselfia dengan latar belakang Gunung tertinggi di Bali tersebut.

“Agustus ini biasanya wisatawan banyak datang ke Bali, ke Lempuyang bisa di perkirakan 1000 per hari,” ujarnya.
Untuk masuk ke pura, wisatawan cukup memberikan donasi secara sukarela. Ini memang sejak lama diterapkan di Pura Lempuyang.

Sementara untuk pungutan seperti retribusi memang belum boleh dilakukan karena belum ada aturan yang mengatur. Karena kalau retribusi dilakukan bisa mengarah ke pungli dan ini jelas menyalahi undang undang.
Bagi wisatawan yang tidak membawa kain atau sarung mereka bisa menyewa sarung di lokasi tersebut seharga Rp 10 ribu.

Karena setiap wisatawan yang masuk ke dalam Pura wajib menggunakan kain atau sarung. Ini dilakukan untuk tetap menjaga kesucian Pura.

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP