Rabu, 16 Oct 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Serangan Hama Tikus Menggila, Dinas Pertanian Geleng geleng Kepala

30 April 2019, 01: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

serangan hama, hama tikus, dinas pertanian tabanan

Kondisi puluhan are tanaman padi di subak Tegeh Desa Angseri, Baturiti terserang hama tikus (Istimewa)

Share this      

TABANAN - Puluhan are tanaman padi di subak Tegeh Desa Angseri, Baturiti mengalami kerusakan akibat dari terserang hama tikus.

Serangan ini diketahui oleh petani sejak dua minggu yang lalu dan sudah melaporkan kepada dinas Pertanian Tabanan.

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana membenarkan serangan hama tikus yang menyerang lahan pertanian di subak Tegeh, Angseri, Baturiti.

Rata-rata tanaman padi yang diserang berusia dua bulan. Serangan hama tikus menyebabkan tanaman padi mengalami puso dan membuat kerusakan tanaman padi.

Budana juga mengakui dari luas lahan 80 hektar lahan pertanian di subak Tegah tidak semua ditanami oleh padi. Sekitaa 60 persen lahan yang ditanami padi dan 40 persen ditanami sayur.

“Data sementara kami sekitar satu hektar lebih tanaman padi yang terserang hama tikus," kata Budana kemarin.

Mengatasi serangan hama tikus ini agar tidak meluas. Dinas pertanian Tabanan telah menebarkan surat edaran agar petani melakukan langkah pembersihan sanitasi terlebih dahulu.

Langkah sanitasi ini dengan cara membersihkan pematang dari sampah. Sebab, kondisi pematang yang kotor dan dipenuhi sampah menjadikan tempat favorit tikus untuk berkembang biak.

Langkah sanitasi tetap tidak bisa menangani serangan tikus ini. Maka petani bisa mengambil langkah menggunakan racun tikus.

Tapi, sebelum mulai menggunakan racun, petani diharapkan melakukan pekeling atau meminta ijin secara niskala.

“Sebelum menggunakan racun, lebih dulu mengaturkan sesaji atau mepekeling untuk meminta ijin secara niskala,” ujar Budana.

Jika nantinya dengan cara racun tidak mempan maka langkah akhir yakni dengan ngeropyok. Namun langkah ngeropyok ini bisa dilakukan setelah panen.

Menurut Budaha, sambil melakukan pembersihan sanitasi dan memberantas hama tikus, petani juga mengamati tanaman padinya apakah ada serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Pengamatan ini kata dia bisa melihat secara dini adanya serangan OPT sehingga bisa ditangani sejak dini pula.

“Misalkan serangan Tungro. Jika diketahui masih sedikit bisa dicegah dengan mencabut tanaman padi yang terserang agar tidka meluas.

Karena jika sudah meluas maka langkah lanjutannya adalah dengan menyenprotkan pestisida,” terang Budana.

Dari laporan, hingga saat ini kata Budana serangan OPT yang menyerang subak Tegeh baru serangan tikus dan belum ada OPT lain.

Serangan tikus bukanlah kali pertama di alami Subak Tegeh. Serangan ini biasanya bergantian dengan OPT lainnya.

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP