Senin, 24 Jun 2019
radarbali
icon featured
Politika
Kader Banteng Seruduk Banteng

Hanya Minta Maaf ke Partai dan Publik, Dewa Rai: Ini Tak Patut Ditiru

15 Mei 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

rapat paripurna, fraksi PDIP, ketua fraksi PDIP Dipukul, Dewa Nyoman Rai, Kadek Diana, DPRD Bali, Polda Bali, minta maaf

Anggota DPRD Bali dari Fraksi PDIP Dewa Nyoman Rai (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Aksi mejaguran dua anggota DPRD Bali dari Fraksi PDIP kemarin di gedung rakyat sungguh memalukan.

Dewa Nyoman Rai dilaporkan berkelahi dengan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali I Kadek Diana di ruang sidang paripurna

Dua kader banteng itu saling “seruduk” sekitar pukul 10.00, sesaat sebelum sidang paripurna dimulai.

Dewa Rai saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bali mengakui apa yang telah diperbuat. Dia tidak menyangkal telah memukul Kadek Diana. Kepada koran ini Dewa Rai bicara blak-blakan.

“Saya apa adanya menyampaikan,” ujar Dewa Rai. Ditanya masalah apa yang terjadi, sehingga sampai memukul rekan satu partainya,

Dewa Rai menuturkan masalah yang terjadi bermula pada percakapan di WhatsApp (WA) group Fraksi PDIP DPRD Bali, sebulan lalu.

Yang dibahas adalah masalah di internal PDIP. Singkat cerita terjadi salah paham dan ketersinggungan.

“Dia (Kadek Diana) tersinggung. Terus saya kasih tahu, agar paling tidak suatu saat PDIP mengadakan rapat  fraksi. Dia tersinggung. Saya masih simpan percakapan WA-nya,” urai anggota Komisi I itu.

Salah paham di gorup WA Fraksi PDIP Bali itu semakin memuncak. Pengakuan Dewa Rai, Kadek Diana yang menantang dirinya berkelahi di group WA.

“Saya diajak berkelahi. (Kadek Diana) sosok ketua fraksi, lho. Ini mengajak berkelahi anggotanya. Kan, tidak masuk akal,” ungkap politikus asal Buleleng, itu.

Menurut Dewa Rai, saat mendapat tantangan berkelahi itu dirinya masih berusaha bersabar. Dia mengaku tidak ingin membuat keributan.

“Entah apa yang terjadi, tadi itu saya reflek. Begitu melihat dia (Kadek Diana), kok ingat langsung mukul gitu saja,” ucapnya.

Dewa Rai menyatakan sadar bahwa apa yang telah diperbuat bersalah. Katanya, bagaimanapun menyebabkan orang terluka atau berdarah tetap bersalah.

Karena itu, dia meminta maaf pada partai dan masyarakat. Uniknya, ia tidak melontarkan maaf pada Kadek Diana.

“Secara khusus saya meminta maaf pada partai. Kedua pada publik atas kejadian yang spontan (pemukulan). Saya menyatakan saya salah, kejadian itu tidak patut ditiru,” tukas politis plontos itu.

“Yang jelas, demi apapun itu (pemukulan) spontanitas. Saya tidak merencanakan. Kalau saya merencanakan kan lain. Begitu saya lihat dia (Kadek Diana) langsung plak...plak...plak,” paparnya.

Ditanya berapa kali memukul, Dewa Rai mengaku lupa karena kejadiannya cepat. “Satu kali atau dua kali (pukulan) saya lupa,” bebernya.

(rb/san/mus/JPR)

 TOP