Kamis, 23 Jan 2020
radarbali
icon featured
Politika
Dewa Rai Hajar Kadek Diana

Diduga Gagal Lolos ke Renon Jadi Pemicu, Adi Minta Jaga Nama Baik DPRD

16 Mei 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

rapat paripurna, fraksi PDIP, ketua fraksi PDIP Dipukul, Dewa Nyoman Rai, Kadek Diana, DPRD Bali, Polda Bali, minta maaf, Polda Bali

Dua kader PDIP yang saling baku hantam Dewa Rai dan Kadek Diana (dok. radarbali)

Share this      

DENPASAR – Aksi mejaguran dua anggota DPRD Bali dari Fraksi PDIP di gedung rakyat, tampaknya, bakal berbuntut panjang.

Pasalnya, setelah Kadek Diana memilih melapor ke Polda Bali, langkah serupa dilakukan Dewa Nyoman Rai.

Kondisi itu membuat prihatin Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama. Untuk kali kesekian, mantan Bupati Tabanan,

itu meminta kedua belah pihak baik Dewa Rai maupun Kadek Diana bisa bersatu lantaran berada di dalam satu lembaga DPRD Bali.

Nama baik DPRD Bali harus dijaga. Jika ada salah paham mesti diselesaikan dengan kepala dingin, yaitu duduk bersama.

Terkait pemicu konflik, Adi menyebut ada kesalahpahaman di antara keduanya. Sebelumnya keduanya sudah ribut di WA group internal Fraksi PDIP.

Salah paham itu silih sambung hingga memuncak dan berujung ke penganiayaan. “Saya sayangkan karena keduanya teman saya.

Jangan sampai kejadian seperti itu terjadi lagi di lembaga terhormat ini,” tandas ayah Bupati Tabanan Eka Wiryastuti itu.

Adi menduga kesalahpahaman itu juga karena kondisi psikis Dewa Rai. Sebagai caleg petahana Dewa Rai tidak lolos DPRD Bali.

Selain itu, keluarganya kebetulan juga terkena musibah. Sehingga semuanya terakumulasi. Adi sebagai Ketua DPRD Bali berharap friksi sesama kader banteng itu ke depan bisa diselesaikan secara baik.

“Saya pastikan setelah orangnya (Kadek Diana) sehat dan (Dewa Rai) tenang akan saya ajak ngomong. Wajib saya lakukan itu, saya di sini sebagai orang tua,” tukasnya.

Untuk laporan ke partai, Adi menyebut Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster pasti akan memanggil keduanya.

Adi juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Koster. Namun karena Koster sedang ada rapat, dirinya belum bisa bertemu langsung. T

erkait ada kemungkinan diselesaikan melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD Bali, Adi belum bisa memastikan. 

(rb/san/mus/JPR)

 TOP