Senin, 09 Dec 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Jejak Nelayan Hilang Misterius, Pencarian Diperluas Hingga ke Tejakula

16 Mei 2019, 10: 07: 19 WIB | editor : ali mustofa

nelayan hilang, nelayan buleleng, hilang misterius, sar buleleng

Tim SAR menerjunkan rubber boat untuk melakukan pencarian nelayan Buleleng yang hilang dan belum juga ditemukan (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Pencarian terhadap Kadek Ariasa, 32, nelayan asal Desa Anturan yang hilang saat melaut, kembali dilakukan.

Kemarin tim SAR memperluas areal pencarian. Hanya saja proses pencarian yang dilakukan selama 7,5 jam itu belum membuahkan hasil.

Proses pencarian dimulai dari Pelabuhan Celukan Bawang. Saat melakukan pencarian kemarin, tim SAR memutuskan menggunakan satu unit rigid inflatebale boat (RIB). Mengingat gelombang di tengah laut cukup tinggi.

“Kami putuskan pencarian menggunakan RIB. Sehingga lebih efektif. Sebab gelombang di tengah laut itu lumayan tinggi. Kalau pakai rubber boat, justru berbahaya,” kata Kepala Pos SAR Buleleng Dewa Putu Hendri Gunawan.

Hendri mengatakan proses pencarian dilakukan dalam radius 30 kilometer. Wilayah paling timur yang dijelajahi tim SAR adalah perairan Desa Tejakula.

Hanya saja dalam proses penyisiran itu, SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Selain mengerahkan potensi SAR yang ada, tim SAR juga dibantu Kelompok Nelayan Segara Gunung Desa Pemaron.

Para nelayan melakukan pencarian dengan jukung. Pun begitu, para nelayan juga belum mendapat titik terang keberadaan korban.

Sementara itu salah satu keluarga korban, Putu Ardika mengatakan, pihak keluarga masih berharap korban bisa ditemukan. “Setidaknya ipar saya ini bisa ditemukan. Mudah-mudahan ada jalan,” kata Ardika.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kadek Ariasa, dilaporkan hilang pada Selasa (14/5). Korban terakhir kali melaut pada Senin (13/5) lalu.

Biasanya korban sudah pulang ke rumah paling lambat pukul 22.00 malam. Namun hingga Selasa lalu, korban tak juga pulang.

Belakangan perahunya ditemukan dalam kondisi terombang-ambing di tengah perairan Desa Kubutambahan pada Selasa pagi. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP