Kamis, 20 Jun 2019
radarbali
icon featured
Ekonomi

Harga Selangit, Petani Karangasem Diajak Tanam Bawang

18 Mei 2019, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bawang putih, harga selangit, petani karangasem, tanam bawang

Ilustrasi (dok.radarbali)

Share this      

AMLAPURA - Harga bumbu dapur dan sebagian sembako di Karangasem sudah turun. Namun untuk bawang putih, sekalipun sudah turun, namun harganya masih cukup mahal.

Di Pasar Karangsokong, Subagan, Karangasem, kemarin harga bawang putih berkisar Rp 40 ribu per kilogram. Ini sudah turun sekitar 50 persen dari sebelumnya seharga Rp 80 ribu per kilonya.

“Kalau sebelum turun harganya benar-benar melangit Rp 80 ribu per kilonya,” ujar salah satu pembeli, Ni Nengah Sutami, 51.

Kadek Maryati salah satu pedagang mengakui kalau harga bawang putih sekarang sudah turun. Sebelumnya saat harganya mahal dirinya terpaksa menjual butiran, yakni Rp 5.000 per butir.

Hal ini sempat dikeluhkan pembeli karena harga tersebut dinilai terlalu tinggi. Namun demikian dirinya tidak bisa berbuat banyak karena harga dari pemasok juga tinggi.

Melihat harga yang begitu tinggi, kini Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Karangasem Komang Cenik mengajak petani Karangasem menanam tanaman yang punya nilai ekonomi tinggi.

Diantaranya bawang merah dan bawang putih. Dengan demikian, menurutnya,  ketika harga mahal maka petani yang juga sekaligus konsumen bisa dapat untung.

Cenik mengatakan era 80 an Karangasem dikenal sebagai salah satu sentra bawang merah maupun bawang putih.

Bawang Karangasem juga dikenal memiliki kualitas bagus. “Dulu petani kita di Karangasem berjaya dengan tanaman bawangnya,” ujarnya.

Karangasem memiliki empat kecamatan yang dikenal sebagai penghasil bawang. Yakni Rendang, Selat, Sidemen, serta Bebandem.

Bahkan di Desa Sebudi, Selat, Karangasem jaman itu dikenal sebagai pusat pengasil bawang. Cenik mengatakan banyak orang kaya asal Sebudi saat itu adalah petani bawang

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP