Kamis, 14 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Mejaguran Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali

Sindir Keras, Koster: Jadi Anggota Dewan Terhormat Kok Tidak Terhormat

18 Mei 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

aksi penganiayaan, aksi mejaguran, anggota dewan bertengkar, kadek diana, dewa rai, polda bali, pdip bali

Gubernur Bali Wayan Koster (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Kasus mejaguran dua anggota DPRD Bali, I Kadek Diana dengan Dewa Rai, akhirnya berakhir happy ending.

Setelah Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali I Kadek Diana memutuskan mencabut laporan di Polda Bali, DPD PDIP Bali menginisiasi perdamaian antara Kadek Diana dengan Dewa Nyoman Rai, Jumat (17/5) kemarin.

Melalui mediasi yang disaksikan Sekretaris PDIP IGN Jaya Negara dan Wakil Ketua DPD PDIP Bali I Made Supartha, Kadek Diana dan Dewa Nyoman Rai sepakat untuk berdamai dan mengakhiri pertikaian yang terjadi.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster mengatakan, Kadek Diana dan Dewa Rai dipanggil pada pukul 08.00 kepada.

Kepada keduanya, dia meminta bahwa kejadian itu tidak boleh terulang lagi. Koster meminta mereka harus taat kalau tidak di PAW.

“Pada takut semua. Diana sudah cabut laporan. Dewa Rai hari ini (kemarin, red) cabut laporan. Kalau ada masalah bicarakan jangan pamer ke publik.

Malu, jadi dewan terhormat kok tidak terhormat. Jangan sampai terulang lagi kalau terjadi lagi,  langsung di  PAW,” paparnya.

Disinggung, adanya isu perkelahian terjadi karena ada perebutan Ketua DPRD Bali, mantan anggota DPR RI  lantang menyatakan bahwa itu penugasan  dari pimpinan.

Katanya, boleh saja berkeinginan tapi jangan berebut ketua DPRD. “Nggak usah direbut ngapain direbut itu penugasan dari pimpinan. Nggak usah direbut. Berkeinginan boleh. Berebut nggak boleh,” tukasnya. 

Menurutnya, meminta jangan memiliki ambisi, nanti akan sakit hati. “Itu sudah ada parameter terukur, nggak usah punya ambisi percuma nanti, jadi sakit hati,” sentilnya

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP