Kamis, 20 Jun 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Duh Gusti! Ditinggal Ortu Pergi, Kakak Beradik Dicabuli Tetangga Kos

20 Mei 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

kasus pemerkosaan, ditinggal orang tua, pasangan kakak adik, korban pemerkosaan, tetangga kos, polresta denpasar

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

DENPASAR - Peringatan keras bagi orang tua agar ekstra hati-hati menjaga buah hatinya. Ini seiring terus terjadinya kasus pencabulan anak di bawah umur.

Kabar terbaru, pasangan kakak adik yang masih di bawah umur menjadi korban pencabulan tetangga kos di wilayah Kuta. 

Kasubag Humas Polresta Denpasar Ipda Karnada mengatakan bakal mengecek laporan tersebut ke Unit PPA Polresta Denpasar. “Saya cek dan konfirmasi ke penyidik dulu,” kata Ipda Karnada kemarin.

Menurut informasi, kakak berinisial WS, 13, dan adiknya KA, 10, dicabuli tetangga kosnya I Wayan CA, 25. WS duduk di bangku SMP, sedangkan KA masih duduk di bangku SD.

Ironisnya, menurut sumber koran ini, perbuatan biadab I Wayan CA itu dilakukan sejak pertengahan 2018.

Namun, korban baru berani bicara sekarang. 

“Korban selama ini tidak berani lapor. Baru Jumat (17/5) lalu mereka berani bicara ke orang tuanya. Keduanya menjadi korban sejak 2018 lalu.

Bahkan, kakaknya sempat ditiduri pelaku dua kali,” tegas sumber kepolisian kemarin. Mendapati pengakuan dari anaknya, I Nengah M, 31, bapak korban langsung naik pitam.

Nengah melaporkan kasus ini ke Polresta Denpasar pada Jumat siang. Lebih lanjut sumber menjelaskan, I Wayan CA melakukan aksinya bejatnya saat orang tua korban tidak berada di kos.

Pria asal Karangasem, itu merayu dan memberikan korban WA uang. Lalu pelaku memegang dan mengelus-elus kemaluan korban. Sedangkan terhadap sang kakak yakni WS, pelaku menyetubuhi saat korban sedang tertidur. 

WS sendiri selama ini bungkam terkait aksi bejat yang dilakukan I Wayan CA karena takut dengan ancaman pelaku. Ia pun mengaku tidak berani melapor ke orang tuanya.

Saat disetubuhi awal 2019 lalu, korban terbangun dan berteriak. "Namun, pelaku mengancam. Korban ketakutan. Akhirnya korban baru berani memberitahukan orang tuanya dan langsung dilaporkan," imbuh sumber.

Saat ini polisi masih menyelidiki laporan korban dengan melengkapi bukti-bukti, mendalami keterangan saksi-saksi. 

(rb/san/mus/JPR)

 TOP