Kamis, 20 Jun 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Badung Klaim Tak Dilibatkan Dalam Proyek Kereta Api Mengwi - Singaraja

21 Mei 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

proyek kereta api, jalur mengwi-singaraja, pemkab badung, dishub badung

Ilustrasi rel kereta api (kai.id)

Share this      

MANGUPURA – Pemprov Bali melontarkan wacana untuk membangun moda transportasi publik kereta api.

Kabarnya proyek yang direncanakan pada tahun 2020 ini bakal melalui jalur Mengwitani - Singaraja.

Namun, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perhubungan Badung belum ada koordinasi dan juga pembicaraan terkait moda transportasi kereta api tersebut.

Kadis Perhubungan Badung AAN Rai Yuda Dharma mengakui sampai saat ini  belum mengetahui secara pasti mengenai program jalur kereta api tersebut.

“Sampai saat ini kami belum dilibatkan. Mungkin provinsi dengan pusat dulu koordinasinya,” terang Rai Yuda Dharma.

Kemudian, terkait rencana jalur kereta api Bandara Ngurah Rai - Mengwitani, sebagai pengelola transportasi di wilayah Dishub Badung juga belum mengetahui seperti apa model kerjasamanya.

“Belum dikoordinasikan perihal tersebut. Sekiranya sudah ada nanti kami infokan atau bisa konfirmasi ke Dishub Prov Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut, di tahun 2018 lalu Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian tempat melakukan survei  investigasi dan rancang dasar pembangunan jalur KA Mengwitani-Singaraja.

“Cuma setahun lalu sudah ada survei dan sosialisasi oleh Kementerian Perhubungan di Dishub Bali. Secara pasti dan detailnya

kami belum tau karena semua kegiatan dirancang oleh pusat, ” terang birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini.

Menurutnya, pembangunan moda transportasi kereta api sempat diwacanakan oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta.

Namun, transportasi publik ini dirancang guna memecah kemacetan di wilayah Pariwisata Kuta. “Hal itu harus dikaji dari beberapa aspek dan awalnya memang ada yang pernah koordinasi perihal itu.

Bahkan, ada yang sudah survei di wilayah dimaksud (Kuta) tapi setelah itu tidak ada tindak lanjutnya,” jelasnya.

Dia mengakui, Badung sempat mendapat  penawaran metro kapsul dari perusahaan pembuat metro kapsul. Selain itu, dari PT KAI juga mensurvei untuk kereta ringan berbasiskan jalan.

“Tahun 2017 dan 2018 ada perusahaan yang menawarkan (metro kapsul dan kereta api, red), bahkan sudah survei. Namun, setelah itu tidak ada tindak lanjutnya dari perusahaan itu sampai sekarang,” pungkasnya. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP