Senin, 18 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Nabrak Tak Berhenti, Taruna Malah Ngebut Seret Motor Puluhan Meter

21 Mei 2019, 23: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

Taruna seret motor, taruna trabrak motor, sopir taruna, Daihatsu Tarunan, seret puluhan meter, Polres Karangasem, mau kabur,

SEMPAT TERSERET PULUHAN METER : Sepeda motor Honda Vario milik korban yang sempat terseret mobil taruna hingga puluhan meter (Istimewa)

Share this      

AMLAPURA- Warga di jalan Raya Dusun Padangkerta, Karangasem, Selasa siang (21/5) dihebohkan dengan aksi sopir mobil Daihatsu Taruna yang menyeret sepeda motor hingga puluhan meter.

Pengemudi mobil Taruna yang belakang diketahui bernama I Wayan Wijaya Kusuma, 21, nekat melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil menyeret sepeda motor Honda Vario DK 2241 SU milik Ni Komang Kusuma Wati, 23 warga asal Desa Tulamben, Kubu, Karangasem

Usut punya usut, motor yang tersangkut dan terseret mobil taruna itu merupakan motor yang sebelumnya di parkir di depan salah satu apotek dan ditabrak Wijaya.

Wijaya yang berdalih panic dan ketakutan usai menabrak motor bukannya berhenti, namun sebaliknya, ia justru memilih melaju mobilnya  di jalur Amlapura menuju arah Kubu jadi tontotan warga

Atas kejadian itu, pemilik sepeda DK 2241 SU milik Ni Komang Kusuma Wati sempat mengaku lemas melihat sepeda motornya ditabrak dan terseret mobil Taruna.

Menurutnya, peristiwa itu berawal ketika ia dan ibunya yang mengendarai sepeda motor parkir di depan apotek untuk membeli obat. Saat itu, ia masuk ke dalam apotek sementara ibunya memilih menunggu di luar apotek dan duduk di trotoar dekat sepeda motornya.

“Tiba-tiba datang mobil menabrak dan menyeret motor saya. Untungnya ibu saya tidak duduk di atas motor,” ungkapnya.

Kusuma pun tidak habis pikir melihat mobil yang menabrak motornya tidak kunjung berhenti dan terus melaju dengan motornya yang masih menyangkut di mobil sehingga menjadi tontonan warga.

Bahkan ketika sepeda motornya terlepas dari mobil, pengendara mobil itu masih saja tancap gas. Kerabat Kusuma, Komang Wirata yang melihat peristiwa itu langsung mengejar mobil tersebut dan baru bisa menghentikan laju mobil saat berada di wilayah Tirta Gangga Karangasem.

“Sopirnya langsung dibawa ke TKP,” terangnya.

Sementara itu, Wirata mengaku melakukan tindakan itu lantaran panik dan takut setelah menabrak motor milik Kusuma. Sehingga ia tidak berani berhenti meski sepeda motor Kusuma masih menyangkut di mobilnya.

“Waktu itu keponakan saya muntah sehingga saya melihat ke arah keponakan saya. Saat saya menoleh ke depan, ternyata mobil saya sudah menabrak motor,” tandasnya.

Peristiwa kecelakaan tersebut dalam penanganan Satlantas. Sepeda motor mengalami kerusakan pada bagian depan dan lampu

(rb/ayu/pra/mus/JPR)

 TOP