alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa
Polemik Transportasi Online Vs Konvensional

Gubernur Koster Janji Segera Terbitkan Pergub

28 Mei 2019, 08: 14: 21 WIB | editor : ali mustofa

kisruh taksi online, Gubernur Bali, Gubernur Koster, Bali Transport Bersatu, gerudug kantor gubernur, Janji terbitkan pergub,

TEMUI PENDEMO : Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui massa dari Bali Transport Bersatu, Senin (27/5) (Istimewa)

Share this      

DENPASAR-Puluhan massa dari Bali Transport Bersatu (BTB)  kembali mendatangi kantor  Gubernur, Senin (27/5).

Kedatangan puluhan masa dari BTB, itu yakni untuk meminta janji  Gubernur Bali Wayan Koster terkait polemik taksi online dan konvensional. 

Sesuai pertemuan, Koster  menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan transportasi konvensional di Bali.

Baca juga: BU Punya Kans, Gede Widiade Bersiap Bikin Klub Profesional di Bali

Alasan dukungan Koster, karena transportasi konvensional memiliki sejarah yang panjang dalam mendukung perkembangan dan citra sektor pariwisata yang menjadi pendongkrak utama ekonomi Bali saat ini.  


"Walaupun sudah ada yang lebih modern seiring perkembangan zaman, tapi kita jangan sampai melupakan yang sudah ada lebih dulu. Para driver transport konvensional ini sudah ada jauh-jauh sebelumnya, yang direkrut berdasar kriteria-kriteria khusus, bukan asal-asalan," tegas Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui ratusan anggota perhimpunan Bali Transport Bersatu (BTB) di halaman Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (27/5). 

Lebih lanjut, Gubernur menambahkan, seiring perkembangan pariwisata Bali, driver transport konvensional ini ikut membangun Bali. Dengan menjadi para driver yang didukung kemampuan dalam menjelaskan keunggulan Bali yang berbasis pariwisata budaya kepada para tamunya, artinya mereka ikut membangun pariwisata Bali. Untuk itu, para driver ini harus tetap didukung, bila perlu terus ditingkatkan kemampuannya. 

"Jadi jangan ragukan komitmen saya, akan terus saya dukung keberadaan transportasi konvensional," kata Koster.

Gubernur menjelaskan, walaupun saat ini telah ada Peraturan Menteri yang mengatur keberadaan sarana transportasi di Bali baik konvensional maupun online, namun menurutnya Bali tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Hal ini dikarenakan Bali sebagai daerah wisata harus memiliki penunjang sarana transportasi yang mengedepankan pelayanan. 

Lebih  jauh, Koster pun berjanji akan segera mengambil langkah-langkah yang mendukung keberadaan transport konvensional.

Salah satu langkah yang akan segera diambil gubernur yakni dengan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur zonasi operasi antara konvensional dan taksi online (taxol).

Selain itu, Koster berjanji membantu para sopi melakukan peremajaan mobil dengan memberikan bantuan dari BPD. Dengan bunga yang sangat rendah di bawah 5 persen. 

“Dalam Pergub akan dimuat pengaturan wilayah, jadi taxol tidak boleh memasuki wilayah transport-transport konvensional yang sudah memiliki pangkalan tetap dan menjalin kerja sama dengan organisasi peguyuban. Jika taxol ingin ikut, ya mereka harus terdaftar sebagai anggota peguyuban. Kita pun akan dukung kualitas para driver konvensional ini, semisal kita bantu fasilitasi peremajaan kendaraan bersama BPD, tentunya dengan bunga paling rendah," urai Koster yang disambut dukungan para anggota BTB.

Sebelum juga berkesempatan menerima audiensi dari perwakilan BTB di ruang kerjanya.

Pada kesempatan itu, Ketut Suriadi selaku pembicara menyampaikan  harapannya agar ada jalan keluar dari pemerintah untuk mengatur keberadaan sarana transportasi konvensional bersama taxol, supaya bisa meredam perselisihan yang sering timbul. 


Ia pun menjelaskan bagaimana para driver transportasi konvensional tergabung dalam sebuah peguyuban dan hanya bisa menarik penumpang di pangkalan yang dibawahi paguyubannya.

"Di luar area itu, kami tidak berhak mengambil penumpang, karena kami juga menghormati mereka yang memiliki pangkalan itu, jadi kami tidak sembarang ambil penumpang. Untuk masuk peguyuban kami juga harus melewati seleksi dengan kriteria tertentu dan membayar kontrak dengan jumlah tertentu, itu yang perlu diketahui, agar bisa saling menghormati antar-driver," ujarnya.

Koordinator BTB, Nyoman Suwendra mengapresiasi komitmen Koster. Pihaknya akan mengawal terkait pergub supaya isi aturan tersebut tidak melenceng sesuai keinginan mereka.

 " Bersyukur kami artinya kami berjuang yang tidak lelah sama -sama teman teman. Sedikit titik terang. Puas puas. Tapi sedihnya kami tidak bisa menutup online. Apa yang dibicarakan sesuai komitmen. Kami tunggu pergubnya. Biar nggak ada dusta dari kami. Dari teman teman sudah puas bapak bapak sudah menyikapi," ungkapnya. 

Inti BTB tuntutan online harus berindentitas. Tidak boleh masuk wilayah pariwisata. Kuota juga harus jelas.

" Karena plat selama ini ada di luar Bali pakaiannya ada pakai celana pendek. Kami antre sudah beruniform. Rapi kami bisa berbahasa inggris," pungkasnya

(rb/pra/feb/mus/JPR)

 TOP