Selasa, 16 Jul 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Astaga, Disuruh Kecilkan Suara Musik, Pemuda Mabuk Main Keroyok

03 Juni 2019, 08: 12: 11 WIB | editor : ali mustofa

aksi penganiayaan, suara musik, pemuda mabuk, main keroyok, polsek sukawati

SEPELE: Dua pelaku dikerangkeng oleh polisi karena mengeroyok korban (Istimewa)

Share this      

GIANYAR – Hanya ditegur karena suara musik, dua pemuda mabuk nekat main keroyok pada Kamis lalu (30/5).

Korban Made Sukra dicekik dan jari tangannya digigit pelaku. Kini, kedua pelaku berinisial OS, 25, dan MS, 26, warga Kecamatan Polen, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tengga Timur (NTT) diamankan polisi.

Aksi penganiayaan itu berlangsung di tempat kos di Banjar Jayakarta, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati.

Saat itu kedua orang pelaku tengah minum minuman keras jenis tuak di kos tersebut. Sambil minum, mereka juga mendengarkan musik dengan setelan suara keras.

Mendengar ulah pelaku menyetel musik dengan suara kencang, korban menghampiri pelaku. Korban berniat menegur supaya suara musik dikecilkan.

Ternyata, dua pelaku tidak terima ditegur korban. Karena merasa tersinggung dan dipengaruhi minuman keras, pelaku berinisial MS mencekik korban.

Kemudian diikuti oleh pelaku berinisial OR dengan menggigit jempol jari kanan korban. Gigitan itu membuat jari korban terluka dan mengeluarkan darah.

Kanitreskrim Polsek Sukawati Iptu Gusti Ngurah Jaya Winangun menyatakan kasus itu langsung dilaporkan ke Polsek Sukawati.

“Mendapati aksi kekerasan tersebut, korban kemudian melapor ke Polsek Sukawati. Unit opsnal langsung menyambangi TKP (Tempat Kejadian Perkara, red) untuk mengamankan pelaku ke Mapolsek Sukawati,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, diakui masalah penganiayaan tersebut sepele. “Karena tersinggung ditegur untuk mengecilkan musik.

Pelaku tiba tiba mencekik korban dan menggigit jempol jari kanan korban hingga berdarah,” tukasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP