Minggu, 15 Dec 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Walhi Bali Resmi Kembalikan Surat Misterius ke Kantor Pelindo

18 Juni 2019, 09: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

walhi bali, surat misterius, pelindo benoa, sengketa informasi publik

Surat misterius dari Pelindo Benoa dikembalikan lagi oleh Walhi Bali kemarin (Istimewa)

Share this      

DENPASAR – Walhi Bali akhirnya mengembaikan “paket misterius” ke Pelindo III Cabang Benoa, Senin (17/6) kemarin.

Berbeda dengan Pelindo III yang mengirimkan paket misterius tersebut melalui perantara Pos Indonesia, WALHI Bali langsung

mengantarkan sendiri paket misterius itu ke Kantor Pelindo III Regional Bali Nusra di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar. 

Paket misterius dikembalikan Walhi Bali bersamaan dengan mengirimkan surat protes atas tindakan dari Pelindo III yang dinilai oleh Walhi Bali merupakan tindakan tidak terhormat, tidak etis dan tidak beradab.

Surat protes tersebut juga ditembuskan Walhi Bali ke Ketua Komisi Informasi Propinsi Bali dan Ketua Komisi Informasi Pusat.

Saat dikonfirmasi, Direktur Eksekutif Daerah Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama menduga paket misterius erat kaitannya dengan

pertemuan yang dibuat oleh Pelindo III pada hari Kamis, 13 Juni 2019 di Ruang Rapat Paruman Agung, Kantor Pelindo III Regional BBN.

Untung Pratama menduga paket misterius tersebut berisikan dokumen-dokumen perizinan reklamasi dari Pelindo III yang sebelumnya (dalam pertemuan resmi tersebut)

ditolak Walhi Bali karena dokumen perizinan yang akan diserahkan Pelindo III kepada Walhi Bali, tidak sesuai dengan Putusan Majelis Komisi Informasi Propinsi Bali, No. 002/V/KEP.KI.BALI/2019.

Untung Pratama menjelaskan bahwa apabila dugaan dari WALHI Bali benar adanya, maka Pelindo III cabang Benoa secara

tidak langsung telah memaksa Walhi Bali untuk menerima dokumen perizinan kegiatan reklamasi yang tidak lengkap tersebut.

“Cara-cara yang dilakukan Pelindo III cabang Benoa adalah cara-cara yang tidak etis, tidak terhormat, dan tidak beradab,” ujarnya. 

“Kami menolak paket tersebut karena kami khawatir kami akan dianggap menerima dokumen yang sejatinya telah kami tolak secara resmi di pertemuan tanggal 13 Juni 2019.

Kami tidak mau terjebak pada situasi yang tidak dapat diprediksi motifnya, yang dapat saja merugikan Walhi Bali,” ujar Untung Pratama.

Wilis Aji selaku VP Corcom Pelindo III saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bali terkait hal ini, ia tidak menanggapinya. Pesan wartawan pun hanya di baca saja. 

(rb/ara/mus/JPR)

 TOP