Senin, 18 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngamuk Lempari Rumah Tetangga dengan Batu, Pemuda Gianyar Diamankan

18 Juni 2019, 20: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

lepari rumah tetangga, pemuda gianyar diamankan, Satpol PP Gianyar, Polsek Gianyar, pemuda ngamuk

DIAMANKAN : Kadek Sudarma sesaat setelah diamankan petugas Satpol PP Gianyar (Istimewa)

Share this      

GIANYAR – Gara-gara mengamuk dan melempari rumah tetangga dengan batu, Kadek Sudarma, 30, pemuda asal Banjar Suwat Kelod, Desa Suwat, Kecamatan Gianyar diamankan.

Seperti dibenarkan salah satu anggota Satpol PP Gianyar, Wayan Nasta. Dikonfirmasi, Selasa (18/6) ia mengatakan jika sebelum diamankan, aksi Sudarma melempari rumah tetangga terjadi beberapa hari terakhir.

“Dia melempari rumah tetangganya dengan batu. Banyak yang khawatir sama ulahnya,” ujar Nasta.

Bahkan akibat ulah Sudarma, banyak warga yang tidak berani menegur.

Hingga akhirnya, perbekel Suwat melapor ke Kantor Satpol PP Gianyar. Mendapat laporan, satu regu Satpol PP langsung menuju Desa Suwat pukul 11.00.

“Kebetulan di kantor perbekel ada acara rapat. Saya minta nasi kotak di sana,” ujar Nasta.

Kemudian dari kantor desa, Nasta dan regu menuju kediaman Kadek Sudarma.

“Sampai di rumahnya, dia lagi di rumah. Saya rayu dia, saya kasih nasi kotak,” jelasnya.

Mendapat nasi kotak, Sudarma pun terlibat sumringah. Bahkan, nasi kotak dengan menu ayam itu ludes disantap.

Usai menyantap nasi kotak, Sudarma langsung diajak ke RS Jiwa Bangli.

“Tanpa perlawanan, dia langsung kami angkut ke mobil dan bawa ke Bangli,” jelasnya.

Nasta menambahkan, Sudarma diketahui menderita gangguan jiwa setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.

“Waktu masih remaja dia kecelakaan. Setelah itu, dia jadi begitu,” jelasnya.

Selama ini, Sudarma tidak bekerja. Selain sering melempar batu dan mengamuk, Sudarma juga kerap mengancam keluarganya sendiri.

“Kakaknya sering dilawan mau dibunuh. Bapaknya sampai kesal,” terangnya.

Saat Sudarma ini diamankan Satpol PP, ayahnya, Nyoman Legi yang kesal mau memukul Sudarma.

“Saya tidak kasih bapaknya meluapkan kekesalan sama anaknya. Saya sarankan sabar. Supaya tidak panjang masalah, akhirnya langsung saya ajak dia ke Bangli,” tukasnya.

(rb/dra/pra/mus/JPR)

 TOP