Senin, 18 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Abaikan Peringatan, Warga Amerika Hilang Saat Bermain Paddle Board

18 Juni 2019, 23: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

WNA Amerika hilang, Perairan Nusa Lembongan, WNA Tenggelam, Polres Klungkung, tim basarnas, kecelakaan laut,

ABAIKAN PERINGATAN : Pasport korban Aviv Meshil (foto kanan); dan petugas saat meminta keterangan saksi (Dewa Ayu Pitri Arisanti)

Share this      

SEMARAPURA- Kasus hilangnya wisatawan asing tenggelam dan terseret arus saat berlibur ke Bali dan menikmati ombak Perairan Nusa Lembongan kembali terjadi.

Setelah sebelumnya seorang WNA asal India, Kausal Aditya, 24 hilang setelah terjatuh dan tenggelam akibat dihantam ombak saat berfoto di pinggir tebing objek wisata Devil’s Tear, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida dan belum ditemukan. Giliran, Senin siang (17/6) seorang WNA, Aviv Meshil, 24 asal Amerika Serikat dilaporkan hilang terseret arus saat bermain paddle board di perairan Mushroom Bay, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida.

Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana saat dikonfirmasi, Selasa (18/6) menuturkan, Aviv yang datang ke Nusa Penida sebagai wisatawan tersebut awalnya menyewa paddle board di Nusa Island Surf School pada hari itu.

Ia pun langsung melakukan aktivitas berkano di seputaran perairan Mushroom Bay. Setelah 15 menit berlalu, petugas penyewaan paddle board, I Kadek Suika memperingati Aviv untuk menjauhi ombak besar. “Jadi Kadek ini berteriak memperingati korban. Tapi wisatawan tersebut tetap melanjutkan berkano dan semakin ke dalam,” terangnya.

Melihat hal tersebut, Ngurah Arnawa dan Made Widiana bersama-sama mendekati korban ke laut menggunakan boat kecil untuk meminta Aviv segera menepi dan kembali ke pantai lantaran arus yang kuat dan ombak yang semakin besar.

“Tapi wisatawan tersebut tidak mengindahkan anjuran tersebut dan tetap melanjutkan kegiatan berkano hingga akhirnya tidak kunjung kembali. Atas kejadian tersebut di laporkan ke subsektor Lenbongan,” jelasnya.

Sementara itu, Basarnas Bali menerima laporan dari Kadek Suwika pada hari Senin (17/6) sekitar pukul 16.15.

Sebanyak 6 personil segera bergerak menuju lokasi diduga korban terbawa arus dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Siaga dan Operasi Basarnas Bali, I.B. Surya Wirawan.

“Jika ditarik garis lurus dengan radial 70 derajat arah timur laut maka jaraknya dari Pelabuhan Benoa yakni 17 NM,” jelas Surya Wirawan.

RIB bertolak dari Pelabuhan Benoa pada pukul 16.30 dan melakukan pencarian sekitar 1 jam lamanya namun korban belum berhasil ditemukan.

Selanjutnya sandar di Nusa Penida pada pukul 19.00.

Ardana menambahkan, pencarian kembali dilakukan Selasa (18/6). Pencarian dilakukan melibatkan Basarnas Denpasar sebanyak 9 personel dengan menggunakan armada 2 boat RIB melakukan penyisiran di sekitar perairan Lembongan, dan Nusa Penida.

Kemudian Dit Pol Air Polda Bali sebanyak 4 personel dengan menggunakan boat melakukan penyisiran di perairan Pulau Lembongan.

SAR Dit Sabhara Polda Bali sebanyak 5 personel bergabung dengan Basarnas Denpasar.

Pos TNI AL Candisasa sebanyak dua personel bergabung dengan Basarnas Denpasar.

Polsek Nusa Penida dan Polsubsektor Lembongan sebanyak 5 Personil melakukan penyisiran di sekitar pantai Lembongan.

Sementara masyarakat, nelayan dan pelaku wisata melakukan pencarian di sekitar lokasi. “Sampai saat ini pencarian masih berlangsung namun keberadaan korban masih belum ditemukan,” tukasnya.

(rb/ayu/pra/mus/JPR)

 TOP