Minggu, 26 Jan 2020
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal
Sosok Suastika Di Mata Kepala Rutan Negara

Beda Dari Orang Normal, Selain Dimakan, Kotoran Juga Dilulur Ke Muka

20 Juni 2019, 18: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

tahanan berulah, makan kotoran sendiri, Rutan Negara, Kejari Jembrana, PN Negara, Terdakwa curanmor, sidang tuntutan, dituntut 2,3 Tahun, lulur pakai

Kepala Rutan Kelas II B Negara Purniawal (M.Basir)

Share this      

Nama Putu Suastika, tahanan titipan Kejaksaan Negeri yang juga terdakwa kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mendadak sangat dikenal.

Aksinya yang menjijikkan dan tak lazim dengan nekat memakan kotorannya sendiri bukan hanya bikin heboh seisi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Negara, namun aksi pria Lokapaksa, Buleleng ini juga mendadak langsung viral dan menjadi perbincangan banyak orang.

Lalu seperti apa sebenarnya Suastika di mata kepala Rutan Negara?

M. BASIR, Negara

Simpang siur dan rumor soal kondisi kejiwaan Putu Suastika terus menjadi topic perbincangan para penegak hukum. Terlebih tahanan titipan Kejari Negara yang kini sudah dituntut 2 tahun dan 3 bulan itu juga sering kali menunjukkan sikap aneh.

Pihak kepolisian dan Kejari yakin jika dari hasil tes kejiwaan dan keterangan hasil pemeriksaan kejiwaan oleh ahli, Suastika dinyatakan sehat dan bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sisi lain, Suastika justru sering menunjukkan sikap aneh seperti orang yang sedang mengalami gangguan kejiawaan.

Terkait kondisi Suastika, Kepala Rutan Kelas II B Negara Purniawal mengatakan, jika pihaknya tidak bisa menyimpulkan bahwa terdakwa gangguan jiwa atau hanya berpura-pura gangguan jiwa.

“Hanya ahlinya, yakni dokter ahli kejiwaan yang bisa menyatakan mengenai kesehatan yang bersangkutan (terdakwa),” jelasnya.

Menurutnya, dari berkas hasil pemeriksaan dokter kejiwaan yang diterima terdakwa mengalami gangguan kepribadian campuran visual. Namun dalam surat dokter tersebut juga dinyatakan bahwa Suastika bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, sehingga bisa mengikuti proses persidangan.

Namun demikian, berdasarkan pengamatan selama menjalani penahanan sejak Februari 2019 lalu, Suastika memang memiliki perilaku yang tidak sama dengan orang normal.

Selain sering menyendiri, murung, dan memakan kotoran sendiri, menurut keterangan dari teman satu selnya membalurkan kotoran (dibuat lulur) ke mukanya sendiri. “Tapi terdakwa saat ditanya tidak pernah menjawab, hanya diam,” terangnya.

Selain diam, terdakwa juga jarang makan.

Bahkan perilaku anehnya kadang kambuh dengan menumpahkan makanan di lantai lalu makan di lantai, tempat makannya dibuang.

Karena itu, Suastika mendapat pengawasan khusus oleh satu orang perawat dan satu orang penjaga tahanan. 

(rb/pra/bas/mus/JPR)

 TOP