Minggu, 26 Jan 2020
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal
Fakta Lain Suastika yang Pura-Pura Sakit Jiwa

Sudah Curi 18 Motor di Banyak TKP, Sekali Beraksi Hanya Butuh 2 Menit

20 Juni 2019, 19: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

tahanan berulah, makan kotoran sendiri, Rutan Negara, Kejari Jembrana, PN Negara, spesialis curanmor,

SPESIALIS CURANMOR : Terdakwa Putu Suastika (kiri) saat hendak menjalani sidang di PN Negara beberapa waktu lalu (Dok. Radar Bali)

Share this      

NEGARA- Terlepas dari aksi heboh dan viral karena memakan dan memakai kotorannya sendiri untuk lulur, ternyata ada fakta lain yang tak kalah jauh mengejutkan yang diungkap polisi terkait sosok Putu Suastika, 25.

Siapa menyangka, di balik sikap anehnya, Suastika juga diduga sebagai pelaku spesialis curanmor (pencurian kendaraan bermotor) di banyak TKP.

Tak main-main, dari hasil penyidikan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Jembrana, terdakwa mengaku sudah mencuri sekitar 18 motor di banyak TKP, diantaranya di wilayah hukum Polres Jembrana, Tabanan dan Buleleng.

Informasi yang dihimpun koran ini, terdakwa sempat mempraktikkan cara mencuri motor yang pernah dilakukan.

Meski tanpa kunci T yang biasa digunakan pelaku pencurian motor, terdakwa dengan mudah menyalakan motor hanya dengan mencabut kabel di motor.

“Waktu kami minta mempraktikkan, cepat sekali. Hanya kurang dari 2 menit motor sudah menyala,” kata salah satu anggota polisi yang menangkap terdakwa.

Setiap melakukan pencurian motor, terdakwa memang tidak langsung menjual melainkan dikumpulkan dulu di suatu tempat, diantaranya di salah satu kerabatnya wilayah Tabanan.

Berdasarkan pengakuan terdakwa sudah 18 motor yang dicuri dari sejumlah TKP, dua diantaranya di wilayah Jembrana.

“Waktu proses penyidikan normal, tidak bersikap aneh begini,” terangnya.

Karena terdakwa diduga sempat memiliki buku kuning atau pernah memiliki riwayat gangguan jiwa, Satreskrim Polres Jembrana kemudian membawa ke RSJ Bangli untuk menjalani observasi.

Setelah 14 hari observasi, dokter spesialis kejiwaan memastikan terdakwa bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

(rb/pra/bas/mus/JPR)

 TOP