Minggu, 25 Aug 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Soal Pungutan Taman Edelweis Oleh Pemkab, Pengelola Sebut Baru Wacana

16 Juli 2019, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pungutan taman edelweis, pungutan retribusi pemkab, pungutan dikeluhkan, Pemkab Badung, Taman Jinja Bali, wacana retribusi, pengembangan desa wisata,

SIAP DIKEMBANGKAN : Taman Edelweis di Desa Temukus, Besakih, Karangasem (Istimewa)

Share this      

AMLAPURA – Munculnya pemberitaan “Pungutan di Taman Edelweis oleh pihak Pemkab” mendapat tanggapan dari pihak pengelola.

Nengah Suweca, Wakil Ketua Pengelola Taman Edelweis, Desa Temukus, Besakih, Karangasem, menyatakan bahwa pihaknya bukan mengeluhkan retribusi.

“Itu baru wacana, kok. Kami siap untuk mengembangkan dan juga kalau ada retribusi nanti dari Pemkab Karangasem, asalkan ada timbal balik, kami siap. Yang penting semua demi warga,” jelasnya, Senin (16/7).

“Tujuan dari Taman Edelweis ini adalah untuk mengupayakan kesejahteraan warga secara ekonomis. Karena warga daerah ini adalah kawasan terdampak saat ada erupsi tahun lalu,” terangnya.

“Sejauh ini pemkab sudah mendukung upaya kami ini. Juga respons di luar sudah bagus. Banyak dikenal lewat media sosial (medsos),” imbuh Thomas Raja Santosa, advisor Taman Edelweis Bali, kemarin.

“Intinya, sejauh ini pihak Pemkab Karangasem juga sudah siap mendukung. Kami juga terus melakukan pengembangan agar perekonomian warga juga terbantu dengan adanya objek wisata ini,” tandas Nengah Suweca, tentang taman dengan bunga khas di pegunungan ini.

Seperti diketahui, sebelumnya beredar kabar tentang keberadaan Taman Edelweis tersebut yang hendak dipungut retribusi Rp 5.000 per orang dari pihak Pemkab Karangasem. 

Namun, hal ini dibantah Nengah Suweca  sebagai wakil ketua pengelola. “Itu sebatas wacana. Masih wacana. Dan, kalau pemerintah ada timbal balik, kami siap kok. Biar berkembang untuk masyarakat. Ini untuk warga, masyarakat sana,” jelasnya. 

“Kami sudah merintisnya dengan kebersamaan. Dan, kami sekarang mulai memanen hasilnya. Meskipun perlahan-lahan, untuk kunjungan di daerah tujuan wisata ini. Biar seluruh warga bisa ikut merasakan. Karena kami sangat terdampak dulu saat (Gunung  Agung) erupsi,” papar Suweca, yang juga ditemani pegiat wisata lainnya, yakni Putu Asnawa.

Nengah Suweca  juga menjelaskan bahwa warga Temukus selama ini sempat rugi besar karena sempat mengungsi saat Gunung Agung erupsi beberapa waktu lalu.

Saat itu warga Temukus banyak menjual sapi dan ternak lainnya karena ditinggal  mengungsi.  Saat ini mereka mencoba bangkit dengan membuat taman edelweiss ini.

(rb/pra/tra/mus/JPR)

 TOP