Rabu, 21 Aug 2019
radarbali
icon featured
Sportainment

Tantang Petinju Thailand, Andika Sabu Yakin Pertahankan Gelar WBA Asia

16 Juli 2019, 16: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

andika sabu, juara wba asia, tantang petinju thailand

Petinju asal Bali Andika D'Golden Boy Sabu saat ditemui di sasana Mirah Boxing Camp kemarin (Alit Binawan/Radar Bali)

Share this      

LEGIAN – April lalu, Andika “D’Golden Boy” Sabu berhasil merebut sabuk juara WBA Asia Light Flyweight dari tangan petinju asal Filipina, Romshane Sarquilla di Jakarta.

Awal bulan depan tepatnya pada tanggal 10 Agustus mendatang, petinju asal sasana Mirah Boxing Camp tersebut akan mencoba mempertahankan sabuk juaranya di Jakarta.

Petinju kelas terbang 49 kg tersebut akan ditantang petinju asal Thailand, Suriyan Satorn. Latihan intens terus dilakukan oleh petinju berusia 23 tahun tersebut.

Saat ditemui di Mirah Boxing Camp, Legian, kemarin, Andika mengaku sudah sangat siap untuk mengalahkan petinju yang terpaut usia 14 tahun darinya tersebut.

Selain berlatih intens dengan sang pelatih Ahmad Mandar, Andika juga fokus untuk mempelajari gaya permainan Suriyan melalui rekana video pertandingan.

“Saya sudah pernah melihat dia (Suriyan Satorn) bertarung dari rekaman video. Saya harus bisa mencaari kelemahannya dan saya yakin pasti bisa menang,” terangnya.

Tetapi dia harus berhati-hati karena Suriyan memiliki pengalaman bertarung jauh diatasnya. Petinju 37 tahun tersebut sudah 67 kali bertarung dengan 60 kali kemenangan dan tujuh kali kalah.

Sedangkan Andika baru bertarung sebanyak 16 kali dengan sembilan kemenangan KO. Sementara itu, Pelatih Andika Sabu Ahmad Mandar mengatakan, anak asuhnya fokus berlatih untuk peningkatan kondisi fisik dan teknik bertarung.

Sebab dia sadar Suriyan bukanlah lawan yang sembarangan. “Sekarang saya harus berikan teknik bagaimana caranya untuk meredam serangan lawan. Dia juga harus bisa melakukan pukulan darimana,” ucapnya.

Tapi ada satu kendala yang dialami Andika menurut Ahmad Mandar. Kendala tersebut adalah Andika kesulitan mencari lawan sparring yang tepat.

“Kami mencari lawan susah. Tidak ada yang sama dengan dia. Tapi kami maksimal dulu yang ada sebelum kami berangkat ke Jakarta. Mudah-mudahan tidak pengunduran jadwal,” tutupnya. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP