Senin, 27 Jan 2020
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Berangsur Membaik, Pasien Keracunan Nasi Bungkus Akhirnya Dipulangkan

23 Juli 2019, 22: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

keracunan makanan, nasi bungkus, berangsur membaik, pasien keracunan, dinkes jembrana, polres jembrana

Dua korban keracunan massal dari sembilan orang yang dirawat di rumah sakit akhirnya diperbolehkan pulang (dok.radarbali)

Share this      

NEGARA – Warga Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, korban dugaan keracunan akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Kondisi para korban dugaan keracunan ini sudah membaik setelah mendapat perawatan di puskesmas dan rumah sakit selama empat hari, sejak Jumat (22/7) lalu.

Warga yang mendapat perawatan sebanyak sebelas orang, sembilan orang diantaranya dirawat di Puskesmas Mendoyo dan masing-masing satu orang di RSU Negara dan RS Bunda.

Pasien dugaan keracunan ini diperbolehkan pulang karena sudah membaik dan jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Semua pasien sudah pulang pagi tadi,” kata petugas Puskesmas Mendoyo. Perbekel Desa Mendoyo Dauh Tukad I Gusti Putu Ediana dikonfirmasi terpisah mengatakan, warganya sudah membaik setelah menjalani rawat inap.

Menurutnya, kondisi pasien yang sebelumnya sering mual dan muntah sudah tidak dirasakan lagi, namun tetap harus kontrol kesehatan ke puskesmas.

“Sudah pulang, karena kondisi sudah membaik,” ungkapnya. Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita dikonfirmasi mengatakan, sejumlah pihak sudah diperiksa untuk menyelidiki kasus dugaan keracunan tersebut.

Pembuat makanan yang dipesan pihak desa juga sudah diperiksa mengenai makanan yang dibuat dan asal bahan makanan dan pada saat pembuatan makanan melalui proses wajar seperti biasa.

“Dari keterangan saksi, bahan makanan dibeli dari pasar,” ujarnya. Namun demikian, hingga saat ini belum bisa disimpulkan penyebab satu orang meninggal dan puluhan warga harus mendapat perawatan medis.

“Kalau penyebab, kami tunggu labfor yang memeriksa barang bukti yang telah diamankan,” terangnya.

Selain pihak laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri cabang Denpasar, Dinas Kesehatan juga sudah mengambil sampel bahan makanan untuk dilakukan pengujian di laboratorium.

Namun hasil laboratorium bisa diketahui minimal satu minggu setelah proses pemeriksaan. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Mendoyo Dauh Tukad.

Satu orang meninggal dan sebanyak 36 orang mendapat perawatan intensif. Korban diperkirakan lima puluh orang lebih karena yang terlibat dalam Porcam dan makan makanan yang disediakan sekitar 50 orang.

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP