Kamis, 19 Sep 2019
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Dramatis, Terseret Arus Pantai Delodberawah, Evakuasi 4 Korban Tegang

06 Agustus 2019, 07: 58: 19 WIB | editor : ali mustofa

terseret arus, pantai delodberawah, empat korban, evakuasi dramatis, puskesmas mendoyo

Empat orang yang hampir tewas tenggelam melakukan upacara tebusan kemarin (M.Basir/Radar Bali)

Share this      

NEGARA – Empat orang yang masih satu keluarga nyaris tewas tenggelam di pantai Desa Delodberawah, Minggu (4/8) petang lalu.

Beruntung semua korban bisa selamat meski sudah terseret lebih seratus meter dari bibir pantai dengan proses penyelamatan empat korban ini berlangsung dramatis.

Empat orang korban tersebut I Ketut Setiawan, 42, anaknya Kadek Yoga Adi Saputra dan dua keponakan Setiawan, Kadek Nanda Wiguna dan Umar Madina, 14.

Ketiga korban berasal dari Dlod Bale Agung Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo. Sedangkan Umar Madani tinggal di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

Peristiwa dramatis tersebut berawal saat empat orang korban ke Pantai Delodberawah, Minggu sore sekitar pukul 17.00 wita.

"Sampai pantai tidak langsung mandi, masih lihat arusnya dulu," kata Kadek Setiawan, ditemui di rumahnya usai upacara nebusin, Senin (5/8).

Setiawan menceritakan, awalnya hanya Kade Nanda Wiguna dan Kadek Yoga Adi Saputra yang mandi di pantai. Sedangkan keponakannya, Umar Madina duduk bersamanya di pinggir pantai.

Umar kemudian ikut mandi setelah Kadek Setiawan mandi bersama anak dan keponakannya. Setelah mandi, empat orang korban ini naik ke pantai, sekitar 15 menit istirahat anak dan kedua keponakannya mandi lagi.

Sedangkan Kadek Setiawan masih duduk di pasir hingga adiknya, Kadek Suardika datang menyusul ke pantai. Setelah mandi yang kedua inilah tiga orang korban sekitar pukul 18.00 wita terseret arus.

Ketiga korban terseret 100 meter lebih dari bibir pantai, Kadek Setiawan bergegas lari menyelamatkan ketiga korban.

Kadek Nanda Wiguna yang diselamatkan pertama karena terdekat. Keponakannya didorong ke pinggir pantai, hingga kemudian ditarik orang tuanya, Kadek Suardika.

Dengan tenaga yang tersisa, selanjutnya mendorong Umar Madina ke pantai yang lebih dangkal. Karena lebih besar, Umar berusaha berenang ke pantai setelah dibantu pamannya.

Kemudian Kadek Setiawan menolong anaknya Kadek Yoga Adi Saputra dengan cara mengangkat badan anaknya sedangkan Setiawan harus merelakan tenggelam terseret arus.

"Dalam bayangan saya sudah pasti mati. Tapi beruntung semua selamat," ungkapnya. Ketika ketiga korban yang berhasil diselamatkan sudah berhasil lepas terseret arus, justru Kadek Setiawan yang tenggelam terseret arus.

Saat itu, Umar Madina bermaksud menolong pamannya yang terseret arus, namun dilarang Kadek Setiawan dengan isyarat tangan agar menjauh ke pantai.

"Saya pikir biar anak-anak yang selamat lebih dulu," ungkapnya. Setelah 30 menit lebih berusaha menyelamatkan anak dan dua keponakannya,

Kadek Setiawan yang sudah hampir kehabisan tenaga ditolong Budi, warga Desa Penyaringan yang sudah sering ke pantai mencari ikan.

Kadek Setiawan dalam kondisi sudah pingsan ditarik ke darat kemudian dibawa ke Puskesmas Mendoyo dengan mobil keluarganya yang datang menyusul.

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP