alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Endus Jejak Pelaku Pembunuh SPG Cantik, Respons Suami Mengejutkan

09 Agustus 2019, 15: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

viral, wanita cantik, tewas terbunuh, spg cantik, pisah ranjang, teduh ayu 2, rekam jejak, polresta denpasar

Korban Ni Putu Yuniawati semasa hidup (dok.radarbali)

Share this      

DENPASAR – Polisi terus menyelidiki kasus tewasnya sales promotion girl (SPG) mobil Ni Putu Yuniawati, 37.

Berdasar informasi terbaru dari sumber kepolisian, sebelum korban ditemukan tewas, Senin (5/8) sekitar pukul 21.30, sore harinya korban dijemput terduga pelaku di dealer mobil tempatnya bekerja.

Beberapa jam kemudian, korban ditemukan dengan kondisi mulut dibekap di Penginapan Teduh Ayu 2, Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar.

“Jejak-jejak terduga pelaku masih terus ditelusuri. Mohon beri kesempatan untuk mengungkap kasus ini,” beber sumber kepolisian.

Di lain sisi, Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono mengungkap anggotanya sudah memiliki sejumlah bukti.

Kepolisian optimis terduga pelaku bisa ditangkap dalam waktu dekat. "Dari penyelidikan terakhir berikut barang bukti yang diamankan, semoga pelaku segera tertangkap,” kata AKBP Benny.

Pertanyaannya, apakah yang menjemput korban adalah terduga pelaku? Suami korban I Nyoman Sugita mengaku tidak tahu menahu.

Termasuk siapa saja teman dekat korban. Kebetulan mereka telah lama pisah ranjang. Tepatnya, sejak 1,5 tahun. “Saya tidak kenal dan tidak tahu,” jelasnya.

Meski telah lama pisah ranjang, namun Ni Putu Yuniawati masih berstatus istri sah dari Nyoman Sugita. Keduanya telah menikah sejak tahun 1999 dan kini dikaruniai dua orang anak.

Bahkan anak pertama mereka sudah berusia 19 tahun dan sudah bekerja. Karena tidak sejalan, mereka memilih pisah ranjang.

Nyoman Sugita tinggal di rumah kedua orang tuanya di Banjar Kaja Serangan. Sedang korban bersama dua anak mereka tinggal di Jalan Gatot Subroto 6 di rumah orang tua korban.

Sejak menikah, korban, kata Sugita telah bekerja sebagai SPG. Mulai dari SPG sepeda motor hingga akhirnya menjadi SPG mobil.

Sebulan yang lalu, korban mulai bekerja sebagai SPG salah satu merk mobil terkemuka setelah sebelumnya juga menjadi SPG di salah satu showroom mobil.

Yang jelas, sejak pisah ranjang, antara Nyoman Sugita dan korban mulai jarang berkomunikasi. Meski begitu, jika ada upacara di rumah Banjar Serangan Kaja, korban selalu menyempatkan diri untuk hadir. 

"Kalau ada acara di sini, dia masih ke sini, tapi jarang komunikasi," tambah Sugita. Rencananya jenazah korban akan dikubur tanggal 11 Agustus mendatang setelah proses di kepolisian dan forensic selesai.

"Saya nggak tahu apa-apa terkait hal itu (siapa teman dekat korban). Mungkin ada orang lain atau nggak karena pergaulannya dia beda dengan saya di sini.

Nanti kalau sudah clear urusan di polisi kalau bisa tanggal 11 upacaranya di sini," tandasnya. Sugita juga menyerahkan semua proses hukum ke pihak kepolisian.

Dia meminta jika terduga pelaku berhasil ditangkap, harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP