Sabtu, 24 Aug 2019
radarbali
icon featured
Events
Go Clean Our River (GCOR) 2019

Nanang Saputra: Even GCOR Perlu Diikuti Lembaga Lain

14 Agustus 2019, 20: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

gcor 2019, bersih sampah, nanang saputra, bali bebas plastik

Direktur PT Cahaya Putra Jaya Bali, Nanang Saputra, SE (Istimewa)

Share this      

DENPASAR –Perhelatan akbar bertajuk, Go Clean Our River (GCOR) 2019, Radar Bali Digital benar-benar menjadi perhatian banyak pihak.

Bukan hanya didukung banyak lembaga, namun juga dukungan datang dari perorangan. Salah satunya dari Direktur PT Cahaya Putra Jaya Bali, Nanang Saputra, SE., pengusaha yang bergerak dibidang penjualan bahan bakar.

Nanang Saputra yang juga Wakil Sekretaris Hiswana Migas Bali, ini menilai, even bersih sungai dan kampanye anti sampah plastic GCOR ini perlu di ikuti lembaga lain.

Artinya kata dia, agar bahananya untuk peduli lingkungan lebih luas. “Soal kebersihan dimana pun, termasuk menciptakan sungai bersih sejatinya menjadi tugas kita semua

yang muncul dari kesadaran. Terlebih sudah ada gerakannya, langkahnya mestinya masif. Semoga lembaga lain dan perorangan lebih luas lagi yang berpartisipasi,” tandas Nanang Saputra, kepada media ini, kemarin (14/3).

Mantan legislator DPRD Kota Denpasar dari PAN ini mengatakan, even macam GCOR ini perlu lebih sering dilakukan untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Khususnya di darat dan di air.

“Rumah dan sawah itu bukan tempat sampah, demikian pula Daerah Aliran Sungai jangan sekali-kali diubah menjadi Daerah Aliran Sampah, itu bahaya. Maka, siapa lagi yang mau menjaga kalau bukan kita,” tukasnya, meyakinkan.

Dia menilai, bahan pencemar dari plastik sifatnya sangat berbahaya. Itu katanya, karena plastik tak bisa diurai menjafi bahan organik sekalipun melalui proses pembakaran.

Kecuali plastik dijadikan bahan bakar. Karena itu lanjutnya, penting menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar ramah menggunakan kantong plastik sebagai bahan pencemar.

“Bisa dibayangkan di daerah hilir itu menjadi endapan akhir sampah-sampah plastik, apalagi di kawasan mangrove. Jadi harus saling dukung, mangrove di tanam untuk penghijauan dan menahan abrasi,

tapi ekosistem airnya juga harus bersih agar hayati di dalamnya dapat berkembang dengan normal pula,” pungkasnya.

Selain itu tambahnya, sampah plastik dapat memacu sedimentasi atau pendangkalan DAS yang bisa berdampak buruk bagi biota muara sungai. 

(rb/ken/rid/mus/JPR)

 TOP