Rabu, 21 Aug 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Sebut Bukan Urusan Ranjang, Suami SPG Cantik Duga Motif Pemerasan

15 Agustus 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

viral, wanita cantik, tewas terbunuh, spg cantik, pisah ranjang, teduh ayu 2, pelak gigolo, polresta denpasar

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan menunjukkan tersangka pembunuh SPG mobil dan barang bukti (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Motif pembunuhan sales promotion girl (SPG) cantik Ni Putu Yuniawati, 37, oleh pelaku yang mengaku dirinya sebagai gigolo, Bagus Putu Wijaya alias Gus Tu hingga kini masih misterius.

Meski setelah ditangkap di Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (8/8) pukul 21.30 lalu, kepada polisi, pria asal Desa Sinabun, Kecamatan Sawan,

Buleleng ini mengaku nekat membunuh korban karena diejek lantaran tidak memberikan kepuasan saat di ranjang, suami korban, Nyoman Sugita, tidak percaya begitu saja.

Sugita justru menduga ada motif lain dalam kasus pembunuhan wanita yang dinikahinya sejak 18 tahun silam itu.  Seperti dugaan pemerasan atau perampokan.

Pasalnya, saat itu pelaku juga sempat membawa kabur mobil yang dikendarai oleh korban yang dipinjam dari rekan korban.

"Saya kurang tahu pasti motifnya. Tapi, mungkin seperti pemerasan. Saya berani jamin ada motif lain," tegas Sugita kepada Jawa Pos Radar Bali.

Karena itu, Nyoman Sugita meminta penyidik Polresta Denpasar agar mengusut motif di balik aksi pembunuhan terhadap sang istri.

Sementara itu, pascaditemukan tewas di kamar nomor 8 Penginapan Teduh Ayu II, jalan Kebo Iwa Utara Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, Senin (5/7) pukul 21.30 lalu,

jenasah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Korban juga telah dikebumikan Minggu (10/8) lalu di Serangan, Denpasar Selatan. Dan kemarin keluarga korban menjalani upacara otonan.

Seperti diberitakan sebelumnya, wanita asal banjar Kaja Serangan, Denpasar ini ditemukan tewas dengan kondisi mulut disumbat handuk

di Penginapan Teduh Ayu 2 Kamar No.8 Jalan Kebo Iwa Utara Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, pada Senin (5/7) sekitar pukul 21.30. 

Mulut korban juga ditemukan mengeluarkan darah. Ditemui di lokasi kejadian, seorang saksi bernama Kadek Yuliani

yang merupakan karyawan penginapan mengatakan bahwa sebelum ditemukan tewas, korban masuk ke dalam kamar nomor delapan dengan seorang pria.

Keduanya datang sekitar pukul 18.00. Setelah memesan kamar, keduanya langsung masuk ke dalam kamar lalu menguncinya dari dalam.

Setelah beberapa saat, pria teman korban keluar dari kamar sendirian. Sekitar pukul 21.30 Wita, karena penasaran,

karyawan penginapan mengecek ke kamar nomor delapan dan menemukan korban tewas dengan kondisi mulut dibekap handuk.

"Pria itu keluar sendiri membawa mobil Avansa warna silver," terang Kadek Yuliani saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (6/8) sore.

Namun sayangnya, para saksi yang berada di lokasi kejadian tidak memperhatikan secara jelas nomor polisi mobil yang dikendarai oleh teman pria korban yang diduga sebagai pelaku tersebut.

Namun, ciri-ciri pria tersebut berperawakan kurus, menggunakan sandal dan baju kaos abu-abu, celana kain dan lengan kanan penuh tato. Selain itu, di pintu kanan belakang mobilnya juga tertempel stiker Transformers.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP