Selasa, 22 Oct 2019
radarbali
icon featured
Ekonomi

Tangkapan Melimpah, Nelayan Klungkung Malah Kesulitan BBM

04 September 2019, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

nelayan klungkung, tangkapan melimpah, pasokan bbm seret, dinas kkp klungkung

Sejumlah nelayan saat bersantai seusai melaut di Pantai Segara, Kusumba, Klungkung (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

Share this      

SEMARAPURA - Nelayan di Pantai Segara, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan tampak sumringah melihat hasil tangkapan ikan yang berlimpah sejak Agustus lalu.

Apalagi harga ikan tetap stabil seperti biasanya meski tangkapan ikan melimpah. Hanya saja, para nelayan kerap kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM)

untuk mengoperasikan jukung mereka sehingga terpaksa membeli BBM eceran yang harganya lebih mahal dibandingkan

dengan harga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Salah seorang nelayan Pantai Segara, Wayan Surata asal Desa Kusamba saat ditemui ketika sedang beristirahat di Pantai Segara seusai melaut,

mengungkapkan, hasil tangkapan ikan para nelayan Pantai Segara cukup melimpah sejak bulan Agustus lalu.

Namun, menurutnya, jumlah ikan yang berhasil ditangkap nelayan Pantai Segara tidak sebanyak nelayan di Karangasem dan Nusa Penida.

“Kalau di sini, sekitar 100 ekor per sekali melaut. Sehari itu biasanya satu kali melaut di pagi hari. Kalau kami dengar informasi ada nelayan lain mendapat tangkapan ikan di siang hari, kembali lagi kami melaut sampai sore,” terangnya.

Meski tangkapan ikan yang diperoleh nelayan Pantai Segara tidak semelimpah nelayan Karangasem dan Nusa Penida, menurutnya, ukuran ikan yang berhasil ditangkap nelayan Pantai Segara lebih besar dan harganya jualnya pun normal.

Beda halnya dengan hasil tangkapan ikan para nelayan Karangasem dan Nusa Penida yang lebih kecil dan dihargai sekitar Rp 3 ribu per ekor.

“Kalau ikan tangkapan di sini cukup besar. Itu harganya sekitar Rp 10 ribu - Rp 20 ribu per ekor. Kami melaut tidak terlalu jauh.

Paling jauh itu di sekitar perairan Selat Badung. Untuk operasional sekitar Rp 100 ribu per sekali melaut,” katanya.

Di tengah melimpahnya hasil tangkapan ikan, dia mengaku cukup kesulitan mendapatkan (BBM) untuk melaut.

Jika BBM di SPBN habis, dia terpaksa mengganti premium dengan pertalite yang dibelinya di pengecer dengan harga lebih mahal dibandingkan dengan di SPBN maupun SPBU.

Itu lantaran setiap dia membeli premium di SPBU, selalu ditolak meski telah menunjukkan kartu nelayan.

Bahkan, dia pernah membawa tangki jukungnya untuk meyakinkan petugas SPBU, namun cara itu juga tidak berhasil.

Mirisnya, dia malah melihat sejumlah orang dengan mudahnya membeli BBM dengan membawa jerigen.

“Petugas SPBUnya takut katanya. Jadi terpaksa kalau di SBPN habis, saya beli di eceran di warung-warung,” tandasnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung I Wayan Durma mengaku tidak bisa bisa memberikan solusi terkait kesulitan para nelayan mendapatkan BBM di SPBU.

Namun menurutnya kehabisan BBM di SPBN tidak terjadi dalam kurun waktu yang lama. “Untuk kartu nelayan itu kan sebagai identitas dan berlaku hanya sampai di SPBN. Kalau di SPBU sudah tidak berlaku,” tandasnya.

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP