Kamis, 24 Oct 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Festival Loloan, Diikuti Lintas Generasi, Disaksikan Ribuan Pengunjung

09 September 2019, 03: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

festival loloan, lintas generasi, khazanah budaya, bupati artha, wabup kembang hartawan, dispar jembrana

Bupati Jembrana Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan saat megesah dalam festival Budaya Loloan dan melihat koleksi peninggalan jaman lama Loloan (Humas Pemkab Jembrana for Radar Bali)

Share this      

NEGARA – Festival Budaya Loloan yang menyuguhkan Loloan jaman lame selama tiga hari sejak Kamis (5/9) lalu hingga Sabtu (7/9) malam, dihadiri ribuan warga Jembrana.

Sejumlah kegiatan yang digelar menjadi daya tarik bagi warga untuk menyaksikan. Mulai dari atraksi adat, budaya dan seni Loloan hingga ragam kuliner khas kampung Loloan.

Salah satu kesenian yang banyak menyedot perhatian pengunjung adalah kesenian kolaborasi antara jegog dengan rebana.

festival loloan, lintas generasi, khazanah budaya, bupati artha, wabup kembang hartawan, dispar jembrana

Bupati Jembrana Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan saat megesah dalam festival Budaya Loloan dan melihat koleksi peninggalan jaman lama Loloan (Humas Pemkab Jembrana for Radar Bali)

Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nengah Alit serta undangan lain meninjau setiap kesenian dan stand.

Bupati bersama rombongan awalnya melihat atraksi kolaborasi kesenian jegog dan rebana di depan rumah panggung khas Loloan.

Kemudian mengunjungi setiap stand yang menyajikan seni, budaya dan tradisi Loloan yang sudah turun temurun dilestarikan dan sejumlah kesenian dan budaya yang sudah mulai punah dibangkitkan lagi.

Bupati dan rombongan juga sempat menikmati kuliner khas Loloan. Selanjutnya pada acara pemungkas, digelar pentas drama

sanggar Pilot yang mengusung tema menyame beraye warga Loloan dan lingkungan sekitarnya yang sudah terjaga sejak ratusan tahun silam.

Sebagai penutup, digelar diskusi yang disebut megesah dengan menjadi pokok pembicaraan mengenai suka duka panitia festival Loloan, tentang budaya, sejarah dan tema lain tentang pembangunan Jembrana.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nengah Alit mengatakan, Festival Budaya Loloan kegiatan yang digelar sangat bagus.

Pelaksanaan festival tersebut yang sudah bagus tersebut harus dipertahankan dan dikembangkan agar lebih baik lagi.

Warga mulai dari anak-anak hingga orang tua ikut serta dalam kegiatan tersebut. “Acaranya spektakuler. Sebagai evaluasi kedepan agar lebih baik lagi.

Memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Masyarakat antusias datang meski sudah tua, seakan sebagai pelampiasan kerinduan akan jaman lame,” ungkapnya.

Menurutnya, sesuai dengan penyampaian bupati dalam agenda megesah, kegiatan festival budaya Loloan ini menjadi pemantik bagi desa lain untuk

membangkitkan budaya dan tradisinya masing-masing, terutama budaya dan seni yang hampir punah dan sudah punah agar direvitalisasi.

Loloan yang terbagi dalam Kelurahan Loloan Timur dan Loloan Barat, memiliki kekhasan budaya yang berbeda dan menjadi khazanah budaya Jembrana yang harus dilestarikan.

Budaya Loloan mulai dari arsitektur rumah, bahasa, kuliner dan herbal. Potensi besar tersebut harus dilestarikan karena merupakan khazanah budaya Jembrana.

Pemerintah Kabupaten Jembrana mendukung penuh festival budaya karena sebagai bentuk revitalisasi budaya yang sudah hampir punah dan yang sudah punah.

Dengan pelaksanaan festival tersebut, sejumlah budaya yang hampir punah dan punah diharapkan direvitalisasi lagi dan selanjutnya dilestarikan.

Karena dasar dari kegiatan ini sebagai upaya revitalisasi, pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan, serta pembinaan kebudayaan.

Bupati dalam megesah menyampaikan apresiasi dilaksanakan Festival Jaman Lame yang ke-3 ini. Adat dan tradisi yang ada di Loloan ini harus terus

dilestarikan karena hal ini sangat mendukung pemerintah sebagai ajang promosi pariwisata tradisional religius yang ada di Kabupaten Jembrana.

“Festival ini setiap tahun diadakan serta kepada dinas pariwisata untuk mengagendakan serta mengundang

tamu-tamu untuk hadir pada festival Loloan. Kedepan, festival Loloan Jaman Lame dijadikan satu serangkaian dengan HUT Kota Negara,” ujarnya.

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menambahkan tradisi budaya Loloan harus terus dipertahankan dan tradisi seperti ini tidak dimiliki oleh daerah lain.

“Saya sangat berbangga kepada generasi muda yang mau secara serius dan konsisten menggali potensi tradisi dan budaya yang ada di Loloan,” ungkapnya. (rba)

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP