alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng
Proyek Bandara Bali Utara

KLIR! Demi Rakyat, Desa Adat Bersedia Lepas Tanah Duwen Pura 370,9 Ha

09 September 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

proyek bandara, bandara bali utara, desa adat kubutambahan, tanah duwen pura, gubernur bali, pemkab buleleng

Kelian Desa Adat Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea (paling kiri) bersama Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha menandatangani kesepakatan pemanfaatan tanah duwen pura desa untuk bandara (Istimewa)

Share this      

SINGARAJA – Desa Adat Kubutambahan melepas pemanfaatan tanah duwen pura di wewidangan Desa Adat Kubutambahan.

Pelepasan tanah itu dilakukan, untuk mempercepat rencana pembangunan bandara internasional di Bali Utara.

Kesepakatan itu diambil setelah sejumlah pihak melakukan pertemuan di Jayasabha Gubernur Bali, Minggu (8/9).

Baca juga: Pelari Asal Jepang Meninggal, Tim Medis Bongkar Fakta Mengejutkan

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, pertemuan itu dihadiri Kelian Desa Adat Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea bersama para ulu desa dan prajuru.

Dalam pertemuan itu juga hadir Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Dari video yang diterima Jawa Pos Radar Bali, Kelian Adat Warkadea menyatakan pihaknya bersama ulu desa dan prajuru sudah sepakat menyerahkan pemanfaatan tanah duwen Pura Desa Adat Kubutambahan yang luasnya mencapai 370,98 hektare.

Selanjutnya tanah itu dapat dimanfaatkan sebagai bandara internasional di Bali Utara, dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hal yang berkaitan dengan asas legalitas akan kami serahkan pada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten untuk menyelesaikan lebih lanjut.

Atas nama Tuhan Yang Maha Esa kami ucapkan semoga bandara ini bisa segera terwujud,” kata Warkadea dalam video tersebut.

Sekadar diketahui, Bandara Internasional di Bali Utara akan memanfaatkan lahan seluas 400 hektare. Sebanyak 370 hektare di antaranya, akan memanfaatkan lahan milik Desa Adat Kubutambahan.

Saat ini sejumlah perusahaan disebut tertarik dengan rencana pembangunan bandara internasionla tersebut.

Namun, perusahaan yang terlihat serius adalah konsorsium yang terdiri atas PT. PP (Persero) Tbk, PT. Angkasa Pura I (Persero), dan Perusda Bali.

Dalam rancangan yang diterima Jawa Pos Radar Bali, bandara disebut akan berdiri mulai dari ruas Jalan Kubutambahan-Kintamani, tepatnya di sisi selatan Polsek Kubutambahan.

Bandara akan membentang ke timur hingga wilayah Banjar Dinas Sanih, Desa Bukti. Untuk tahap awal landasan pacu akan memiliki panjang 2.800 meter.

Secara bertahap landasan pacu akan diperjang hingga 3.720 meter, sesuai dengan pertumbuhan jumlah penumpang. Bandara itu dirancang agar pesawat jenis Boeing 737 atau Airbus A330 bisa mendarat di sana. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP