Selasa, 22 Oct 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

DPR Terpilih Ungkap Lembaga Magang ke Jepang Ilegal, Ini Kata Disnaker

09 September 2019, 14: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

lembaga magang, dpr terpilih, lembaga magang ilegal, disnaker gianyar

Brosur magang ke Jepang ini dipermasalahkan oleh Anggota DPR RI terpilih, Nyoman Parta) (Istimewa)

Share this      

GIANYAR – Sebuah lembaga magang ke Jepang yang berkantor di Jalan Dharma Giri, Kecamatan Blahbatuh tengah jadi bahan pergunjingan.

Anggota DPR RI terpilih Nyoman Parta menemukan informasi jika lembaga tersebut belum mengantongi izin lengkap. Namun, lembaga itu nekat menyebar brosur.

“Itu belum punya izn penyelenggaraan ketenagakerjaan pemagangan keluar negeri,” tegas Nyoman Parta, kemarin.

Atas kemunculan lembaga magang itu, pihaknya berjanji akan mengecek langsung ke lokasi. “Saya akan cek ke lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Gianyar AA Dalem Jagaditha, mengakui lembaga yang dimaksud oleh mantan Ketua Komisi IV DPRD Bali itu belum berizin lengkap.

“Mereka harus mengurus izin secara lengkap. Izinnya langsung dari kementerian,” beber Dalem Jagaditha.

Diakui, di Kabupaten Gianyar, ada 1-2 lembaga magang keluar negeri yang belum mengantongi izin lengkap di Gianyar. “Kami tentu pantau semuanya, dan awasi,” jelasnya.

Lalu, mengenai keberadaaan lembaga magang yang sampai menyebar brosur, disebut hanya sosialisasi. “Mereka sebatas sosialisasi itu,” jelasnya.

Kata Jagaditha, untuk mengirim peserta magang keluar negeri memerlukan banyak tahapan. “Itu perlu proses panjang mereka untuk memberangkatkan peserta.

Saya kira mereka sosialisasi saja bahwa ada lembaga kepelatihan seperti itu. Tetap kami pantau terus,” jelasnya.

Selama ini, banyak lembaga magang serupa yang beroperasi di Kabupaten Gianyar. Mereka rata-rata menawarkan kesempatan magang keluar negeri. “Lembaga itu terus mendapat pengawasam dari dinas,” pungkasnya.

Jawa Pos Radar Bali berusaha menghubungi nomor telepon yang tertera di brosur tersebut. Sayangnya, nomor handphone yang tertera tidak aktif.

Brosur itu sendiri berisi kurikulum magang. Yakni pelatihan selama 4 bulan dengan membayar sejumlah biaya. Biaya yang tercantum mulai Rp 200 ribu hingga Rp 21 juta.

Usai pelatihan, peserta pun siap magang. Dalam brosur, juga dicantumkan jika perusahaan itu punya rekomendasi dari pemerintah Kabupaten Gianyar. Di brosur juga tercantum jika perusahaan itu punya koneksi di Jepang.

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP