Rabu, 16 Oct 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Duh Gusti, Kelelahan Pungut Barang Bekas, Nenek Pemulung di Bali Tewas

17 September 2019, 05: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

kelelahan kerja, pungut barang bekas, nenek pemulung, mendadak tewas, polres buleleng

Aparat TNI/Polri dan warga sekitar mengevakuasi nenek pemulung yang ditemukan tewas mendadak karena kelelahan kemarin (Humas Polres Buleleng for Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Seorang nenek, mendadak tewas saat melintas di Jalan Sudirman. Nenek yang diketahui bernama Armah, 75, warga Kelurahan Kampung Singaraja itu diduga dalam kondisi sakit.

Saat sedang beristirahat, nenek itu pun langsung tumbang dan menghembuskan nafas terakhir. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, korban sekitar pukul 06.30 pagi berjalan dari arah Kampung Singaraja menuju ke arah Banyuasri.

Saat sampai di depan Markas Batalyon Raider, Armah sempat terduduk di trotoar. Namun tiba-tiba ia rebah.

Polisi dan petugas Dishub yang tadinya berjaga di simpang tiga Jalan Sudirman-Laksamana pun langsung mendatangi korban.

Begitu juga dengan sejumlah personil TNI yang tengah berjaga di sekitar markas, langsung mendekati korban.

Saat itu pihak raider sudah menyiapkan ambulans untuk melarikan korban ke RSUD Buleleng. Namun saat dicek tim medis, denyut nadi sudah tak teraba.

Korban pun dinyatakan meninggal dan langsung dibawa ke rumah duka. Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut Sumarjaya, korban sehari-harinya hidup sebatangkara. Korban memang memiliki anak, namun anaknya tinggal di Denpasar.

Korban diketahui biasa memungut barang bekas dan tiap hari sering melintas di ruas jalan tersebut.

“Tadi pagi saat jalan itu, korban ini tiba-tiba terduduk, lalu rebah tidak sadarkan diri. Setelah diperiksa ternyata sudah meninggal. Akhirnya diantar oleh Kanit Turjawali ke rumah duka di Kampung Singaraja,” kata Sumarjaya.

Saat sampai di rumah duka, rumah memang dalam keadaan kosong karena korban tinggal seorang diri. Jenazah kemudian diserahkan pada kepala lingkungan dan tetangga.

“Tadi sudah langsung diurus dan sudah disampaikan ke keluarganya yang di Denpasar. Jam 16.00 sudah dikuburkan di pemakaman setempat,” ujar Sumarjaya.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP