Senin, 14 Oct 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Para Mantan Siap Beraksi, Teco: Kami Respect dengan Persija

19 September 2019, 07: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bali united, liga 1, persija jakarta, coach teco

Striker Bali United IIija Spasojevic (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Para mantan kembali ke kandang macan. Sore hari ini, Bali United akan bertemu dengan Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi dipekan ke-19 Liga 1 2019.

Hari ini merupakan pertemuan keempat mereka musim ini. Dua pertemuan pertama terjadi dibabak delapan besar Piala Indonesia 2018 dan di Liga 1 2019.

Hasilnya Bali United berhasil menang dua kali berbanding satu untuk Persija Jakarta. Duel kali ini bukanlah sekadar duel antara peringkat pertama dengan peringkat ke-15.

Duel ini juga merupakan reuni sang mantan. Bali United menjadi tempat eksodus pemain Persija yang sangat nyaman.

Mulai dari Willian Pacheco, Michael Orah, Leonard Tupamahu, hingga yang terakhir adalah Anan Lestaluhu.

Belum lagi pelatih yang memberikan hadiah terindah musim lalu untuk Persija Jakarta, Stefano Teco Cugurra yang menyeberang pulau untuk bergabung bersama Bali United.

Respect. Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Coach Teco menghadapi mantan tim yang pernah dibesutnya dalam dua musim terakhir.

Bisa jadi Coach Teco tahu apa yang harus dilakukan. Terlebih gigi Macan Kemayoran yang sempat ompong, sudah mulai tumbuh kembali seiring kemenangan 2-1 menghadapi PSIS Semarang pekan lalu.

Di kubu Serdadu Tridatu, mereka hanya memiliki Anan Lestaluhu dan Ricky Fajrin yang benar-benar dalam kondisi fit.

Sedangkan Michael Orah kemungkinan besar tidak dimainkan. Yang jelas peluang Anan bermain masih lebih kecil dibandingkan Ricky.

Siapapun yang akan bermain hari ini, Coach Teco harus tahu apa yang menjadi kendala ketika ditahan imbang tuan rumah Bhayangkara FC pekan lalu.

Ilija Spasojevic dkk tidak mampu mencetak gol untuk pertama kalinya sejak menghadapi Persela Lamongan.

“Kami tetap respect dengan lawan termasuk suporter mereka. Pemain sudah tahu ada tekanan. Tetapi ketika suporter tuan rumah menekan timnya sendiri,

pasti lebih mudah untuk tim tamu. Kemarin mereka baru menang dan situasi kembali berubah. Pasti suporter yang datang cukup banyak,” pungkasnya. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP