Selasa, 22 Oct 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Komplotan Penipu Miliaran Rupiah di Bali Dibekuk, Modusnya Menggerikan

20 September 2019, 22: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

komplotan penipuan, berkeliaran di bali, modusnya menggiurkan, polsek denpasar selatan

Ketiga pelaku penipuan saat diamankan di Polsek Densel (Marcell Pampur/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Kepolisian Polsek Denpasar Selatan mengamankan tiga orang pelaku penipuan dengan omzet miliaran rupiah.

Ketiga pelaku itu masing-masing bernama Irawan Sukma, 41, asal Bogor, Jawa Barat; Waholik, 54, asal Bogor, Jawa Barat, dan Armadi alias Jawir, 42, asal Bogor, Jawa Barat.

Mereka adalah kelompok penipu yang telah beraksi sejak 2018 lalu di Bali. Bahkan, mereka telah mengantongi uang miliaran rupiah. 

Penangkapan terhadap para pelaku ini bermula, Jumat (16/9) lalu. Saat itu, pelaku Irawan Sukma tertangkap warga di jalan Tukad Banyusari Denpasar Selatan.

Dia ditangkap setelah salah satu korban penipuan, Ketut Sukerti, 68, melihat Irawan Sukma dan komplotannya.

Sontak saja, korban berteriak maling. Irawan kemudian ditangkap oleh warga dan kemudian diserahkan ke kepolisian Polsek Denpasar Selatan. 

"Pelaku Irawan ini tidak sendirian. Di hari yang sama, kami menangkap dua temannya dari komplotan yang sama," terang Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya, Jumat (20/9).

Dua pelaku lain, Waholik dan Armadi alias Jawir dimankan di pelabuhan Gilimanuk oleh Polsek Gilimanuk setelah Polsek Denpasar Selatan di hari yang sama.

Kedua pelaku berusaha kabur ke Jawa setelah salah satu rekan mereka tertangkap. Kasus penipuan yang dilakukan para pelaku ini bermula pada tanggal 10 Mei 2019 lalu.

Saat itu korban diming-imingi keuntungan besar dari penukaran mata uang asing. Para pelaku berkomplotan untuk menipu korban.

Mereka mengelabuhi korban untuk menyerahkan uang Rp.100 juta dan nantinya akan diberikan mata uang dolar yang nantinya jika ditukar oleh korban, keuntungannya akan berlipat ganda.

"Para pelaku ini mempunyai perannya masing-masing. Ada yang berpura - pura sebagai orang asing, nasabah bank dan juga pegawai bank.

Sehingga korban mau memberikan uangnya kepada pelaku karena dijanjikan uang dolar dengan nilai yang lebih banyak jika ditukarkan ke rupiah," terang Kompol Wirajaya.

Saat uang milik korban sudah ditangan para pelaku, mereka pun langsung kabur. "Para pelaku ini berkomplotan sejak lama. Dan satu tersangka lain masih kami kejar," tandasnya.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan beberapa mata uang asing, dan puluhan juta mata uang rupiah.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP