Selasa, 22 Oct 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Mondar-mandir di TKP, Korban Mendadak Kejang Lalu Tewas Mengenaskan

22 September 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

wayan sutarsa, bunuh diri, mondar-mandir di tkp, mendadak kejang, tewas mengenaskan, polsek kuta

Jasad korban Wayan Sutarsa ditutupi kain dan dikerumuni warga di TKP kemarin (Istimewa)

Share this      

MANGUPURA – Warga Badung, Bali, kembali digegerkan dengan penemuan jasad anak manusia yang meninggal dengan cara tidak wajar.

Kali ini I Wayan Sutarsa, 43, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Warga Jalan Uluwatu, Gang Funbo XV/2 Lingkungan Pasek,

Kedonganan, Badung ini ditemukan tewas dengan kondisi mulut mengeluarkan busa disertai  darah segar di pinggir jalan umum.

Tepatnya di Jalan Segara Madu Gang Ratna III/5 A Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, pada Sabtu (21/9) pukul 09.00 W. Diduga, duda satu anak ini tewas karena minum racun.

Menurut informasi di lokasi kejadian, sebelum ditemukan tewas, Wayan Sutarsa terlihat mondar-mandir di tempat kejadian sekitar pukul 08.00.

Sejumlah saksi di TKP tak gubris korban. Saksi menduga korban oknum mangku yang akan sembahyangan di pura sekitar lokasi .

Pasalnya, sebelum kejadian korban menggunakan pakaian adat layaknya seorang mangku. “Dia mengenakan pakaian warna putih, tapi tak mengenakan baju. Saksi-saksi tak gubris,” ujar Masaya Nakada, 35, di TKP, kemarin.

Tak lama kemudian, Nakada mendengar teriakan seorang wanita yang diketahui bernama Yovita Puspasar, 37.

Penghuni kos nomor 5 A hendak keluar dari kos, melihat Wayan dalam kondisi kejang-kejang. “Yovita berteriak karena ia hendak dilempar menggunakan batu oleh

korban yang saat itu kejang-kejang. Warga pun berdatangan hingga Bendesa setempatpun datangi lokasi kejadian,” beber Nakada.

Nakada pun penasaran dan mendatangi lokasi kejadian. Saat itu kondisi Wayan masih lemas dan kejang-kejang. Mulutnya mengeluarkan busa dan darah segar.

Saat itu warga ketakutan dan tak berani mendekat dan menyentuh tubuh Wayan. Tak berselang lama, Wayan Sutarsa putus napas. Keluarga korban kemudian datang ke TKP untuk melihat kondisi korban.

“Awalnya pihak keluarga tak berani mengambil jasadnya. Keluarga memilih melapor ke Polsek Kuta. Tak lama berselang polisi datang ke TKP

bersama tim Labfor Polresta Denpasar. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tambahnya.

(rb/dre/mus/JPR)

 TOP