Rabu, 11 Dec 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Jadi Ikon Interfood 2019, Kuliner Bali Siap Go Internasional

23 September 2019, 22: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

ikon interfood 2019, bali interfood 2019, kuliner bali, go internasional, btb bali

Panitia Bali Interfood saat menggelar jumpa pers di BTB Denpasar, Senin siang (Marcel Pampurs/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Beragam jenis kuliner Bali akan dipamerkan bersama beragam jenis kuliner dari 100 peserta dari 17 negara di dunia.

Pameran berskala internasional yabg bertajuk Bali Interfood 2019 ini akan digelar tanggal 26 hingga 28 September di Bali Nusa Dua Convention Centre, Nusa Dua. 

Sekretaris PHRI Bali Perry Markus saat Pers Conference Internasional Bali Interfood 2019 di Bali Tourism Bord, Senin (23/9) mengatakan, selain kekayaan wisata, Bali juga memiliki kekayaan tersendiri dalam bidang kuliner.

Oleh sebab itu, kata dia, kuliner Bali berpeluang go internasional, tidak hanya di sukai wisatawan domestik, tapi juga mancanegara.

"Kalau kami lihat konsentrasi pengembangan pariwisata Bali, termasuk juga Asia dan China melalui kuliner semua. Tinggal kami melihat peluang ini karena setiap wisatawan yang datang pasti suka makan," terang Perry Markus.

Chief Executive Officer PT. Krista Media Pratama - Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan, Bali Interfood 2019 ke 4 ini bertema makanan dan minuman.

Kata ketua panitia Bali Interfood 2019, ini, kuliner Bali menjadi salah satu ikon kuliner nasional dalam pameran ini.

Pameran berskala Internasional ini turut menampilkan teknologi dalam bidang makanan, minuman, kopi tah, anggur, toko roti, hareca, joso bogo, bahan baku, peralatan, penyediaan dan teknolagi pengolahan serta pengemasan.  

"Selain itu, akan ada juga pameran bermacam teknologi terkini yang bermanfaat dalam industri pengolahan makanan dan minuman. Serta berbagai seminar tentang makanan," kata Daud D. Salim.

Dia berharap Bali Interfood  bisa manjadi sarana yang bermanfaat bagi pelaku usaha khususnya di bidang pangolahan makanan dan minuman serta pendukung lainnya.

"Dengan pertemuan para pengusaha maupun konsumen tersebut selain dapat memperkenalkan makanan lokal indonesia juga dapat mengembangkan pengetahuan

tentang perkembangan teknologi dalam bidang makanan dan minuman serta proses pengemasannya," tandasnya.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP