Kamis, 21 Nov 2019
radarbali
icon featured
Sportainment

Perseden Tumbang di Laga Perdana Kontra PSAD, Wasit Jadi Kambing Hitam

26 September 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

perseden denpasar, psad udayana, liga 3, wasit kambing hitam

Penyerang Perseden Denpasar Antawijaya menendang bola (pakai rompi) ke arah gawang PSAD Udayana. (Alit Binawan/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Benar-benar apes nasib Perseden Denpasar di laga perdana grup B Liga 3 Regional Bali menghadapi PSAD Udayana di Stadion Ngurah Rai, Rabu sore kemarin (25/9).

Perseden Denpasar tumbang dengan skor 3-1 menghadapi tim yang baru pertama kalinya mengikuti Liga 3 Regional Bali.

Tiga gol kemenangan PSAD dilesakkan Muhammad Fahrizal pada menit ke-45; I Kadek Tongki Riasa pada menit ke-62, dan Robertus Melky pada menit ke-70.

Gol hiburan Laskar Catur Muka dilesakkan oleh sang kapten I Made Antha “Mucin” Wijaya pada menit ke-40.

Sebelum pertandingan, sepertinya sudah ada pertanda jika Perseden akan kalah. Match worn (MW) atau pakaian pertandingan kedua tim sama-sama berwarna jingga.

Kedua tim tidak membawa MW kedua. Terpaksa Perseden yang bertindak sebagai tim tamu mengalah dan mengenakan rompi latihan.

Kesialan berikutnya adalah kepemimpinan wasit Imam Suyitno yang tidak tegas. Inilah yang diprotes oleh jajaran ofisial hingga pemain Perseden.

Bahkan, Ketua Askot Denpasar AAN Ngurah Garga Chandra Gupta juga kecewa dengan kepemimpinan wasit senior Bali tersebut.

“Saya tidak bisa berkomentar banyak. Wasit yang sudah berpengalaman di liga professional seperti dia kok kayak begini kualitasnya,” ucap Pelatih Perseden Denpasar I Wayan Sukadana dengan nada kecewa.

Menurutnya, banyak keputusan controversial yang dilanggar oleh Imam. Banyak pelanggaran keras yang tidak berbuah kartu.

“Gol kedua PSAD melalui tendangan bebas kacau sekali. Pemain kami masih mengatur pagar dan dia (Imam) tidak meniup peluit,

tetapi ditendang pemain PSAD dan disahkan Imam. Apa ini tidak fatal kesalahannya?,” ucap mantan Asisten Pelatih Celebest FC tersebut dengan geram.

“Meskipun kami ada tujuh peluang yang tidak bisa dikonversi menjadi gol, tapi jauh sekali kepemimpinan wasit. Mudah-mudahan tidak ada mafia wasit,” tambahnya.

Di sisi lain, Pelatih PSAD Udayana, Doni Kristian yang diwawancarai terpisah kemarin mengaku beryukur dengan kemenangan ini.

“Anak asuh kami bermain cukup baik. Kunci kemenangan hari ini (kemarin) adalah bermain disiplin dan mengikuti instruksi pelatih,” terangnya.

Dipertandingan lainnya di grup B, Undiksha FC berhasil membungkam perlawan Putra Pegok dengan skor telak 4-1

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP