Minggu, 15 Dec 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Rawan Musibah, Desa Pakraman Pekerjakan Lifeguard di Pantai Klingking

20 Oktober 2019, 20: 47: 50 WIB | editor : ali mustofa

rawan musibah, desa pakraman bunga mekar, pekerjakan lifegurad, pantai klingking, bpbd klungkung

Sejumlah wisatawan saat mengunjungi objek wisata Pantai Klingking beberapa waktu lalu (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

Share this      

SEMARAPURA - Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Klungkung, BPBD Klungkung menempatkan sejumlah petugas penyelamat (lifeguard).

Hanya saja karena berbagai keterbatasan yang ada, hanya beberapa objek wisata saya yang yang diawasi lifeguard.

Meski sebenarnya sebagian besar objek wisata di Nusa Penida berada di kawasan yang cukup terjal sehingga rawan kecelakaan, seperti objek wisata Pantai Klingking yang lokasinya cukup terjal.

Prajuru Desa Pakraman Dwi Kukuh Lestari, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Nyoman Taman menuturkan, untuk menikmati pasir putih dan deburan ombak Pantai Klingking,

wisatawan yang berkunjung harus melalui ratusan anak tangga yang terdapat pada tebing yang cukup curam.

Selain itu, ombak di pantai itu juga cepat berubah dari yang sebelumnya tenang menjadi ombak yang besar. “Sehingga cukup rawan terjadinya kecelakaan seperti tenggelam,” katanya.

Meski banyak dikunjungi dan rawan terjadinya kecelakaan, menurutnya Pemkab Klungkung belum menempatkan petugas penyelamat di objek wisata tersebut.

Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan, pihak Desa Pakraman Dwi Kukuh Lestari akhirnya mempekerjakan warganya untuk mengawasi wisatawan dan menjadi petugas penyelamat.

Upah yang diberikan diambil dari retribusi parkir yang dipungut dari ribuan wisatawan yang berkunjung setiap harinya.

“Jadi ada dua warga yang dipekerjakan untuk mengawasi para wisatawan dan melakukan penyelamatan

jika ternyata ada wisatawan yang tenggelam. Selain itu, dua warga itu juga bertugas bersih-bersih di pantai sambil berjualan,” terangnya.

Pihaknya mengungkapkan, karena ombak di pantai tersebut kerap berubah yang awalnya tenang menjadi besar, menurutnya, ada sejumlah peristiwa wisatawan tenggelam yang pernah terjadi.

Selain itu, sejumlah wisatawan juga pernah mengalami kaki terkilir karena salah melangkah saat melalui ratusan anak tangga menuju pantai tersebut.

“Jika peristiwa seperti itu terjadi, warga kami yang membantu untuk mengevakuasi,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada, mengungkapkan Kabupaten Klungkung baru memiliki tiga Pos Balawista hingga saat ini.

Masing-masing pos, terdapat lima orang petugas Balawista. “Tiga Pos Balawista itu, berada di wilayah Desa Kusamba, Nusa Penida dan Jungutbatu,” bebernya. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP