Rabu, 13 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisikan Perekam Tendang Pelinggih, Bule Denmark Ungkap Fakta Baru

22 Oktober 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bule denmark, tendang pelinggih, polisi perekam, fakta baru, polres buleleng

RUSAK PELINGGIH: Lars Christensen (tengah) saat ditemui di Mapolres Buleleng kemarin. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Aksi menendang pelinggih yang dilakukan Lars Christensen, 52, warga negara asing (WNA) asal Denmark berbuntut panjang. 

Kali ini Lars balik melapor ke polisi. Ia membawa pengaduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) ke Mapolres Buleleng.

Kemarin (21/10), Lars mengadukan Ria Arista, 30, warga Banjar Dinas Kalibuk, Desa Kalibukbuk. 

Ria diadukan ke polisi, gara-gara merekam aksi Lars saat menendang pelinggih jro gede di sebuah rumah yang ada di Desa Kalibukbuk.

Ditemui di Mapolres Buleleng pagi kemarin (21/10), Lars menyebut peristiwa yang terekam dan beredar di media sosial, merupakan miskomunikasi semata. 

Menurutnya, ia sempat datang ke rumah yang kini dikuasai Luh Sukerasih, warga setempat, untuk memeriksa kerusakan yang ada di sana. 

Terutama di pelinggih jro gede. Saat itu ia datang pada Kamis (10/10). Selanjutnya pada Selasa (15/10), ia kembali mendatangi rumah tersebut untuk merobohkan pelinggih dimaksud. 

Sebab bagian atas sudah hilang. Pada saat merobohkan pelinggih dengan cara menendang itu, Lars menyebut istrinya, 

Retno Damayanti, sempat melihat seseorang berdiri di rumah sebelah dengan posisi memegang ponsel.

“Hari ini saya datang ke kepolisian untuk melaporkan Ria Arista yang membuat video tersebut. Saya tidak tahu siapa yang menyebarkan di media sosial, 

saya hanya tahu siapa yang membuat video. Jadi saya berasumsi dia telah memberikan video tersebut ke pihak lain,” kata Lars yang didampingi penerjemah dan istrinya itu.

Lars sendiri tak menampik bahwa dirinya sempat menendang pelinggih. Ia berdalih ada perbedaan kultur antara di Bali dengan tempat tinggalnya di Denmark.

“Saya dari Denmark dan mayoritas penduduknya kristiani. Kami punya banyak perbedaan dengan kultur Hindu. 

Saya tidak tahu bahwa saya telah berbuat hal yang menyinggung dan tidak pantas, dengan menendang pelinggih jro gede itu,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa video yang beredar tekesan manipulatif. Sebab ia sempat berusaha mendorong dan mengangkat pelinggih tersebut, sebelum menendangnya.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP