Kamis, 21 Nov 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Pipa PDAM Putus, 16.000 Pelanggan di Klungkung Alami Krisis Air Bersih

09 November 2019, 18: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

PDAM Klungkung, pipa PDAM putus, krisis air bersih, 16 ribu pelanggan, PDAM klungkung, Pemkab Klungkung,

DAMPAK PUTUSNYA PIPA PDAM : Warga di Kecamatan Klungkung berebut jatah air dari PDAM. Warga terpaksa mengangkut air dari pasokan tangki setelah pipa 350 MM milik PDAM di Kecamatan Rendang, Karangasem terputus sejak Jumat malam (8/11) (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA –Sebanyak 16 ribu pelanggan PDAM Tirta Mahottama Klungkung sejak Jumat malam (8/11) hingga Sabtu (9/11) sore tak mendapat aliran air.

Belasan ribu pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Klungkung itu tidak mendapat layanan air bersih setelah pipa 350 MM di kecamatan Rendang, Karangasem terputus.

Terkait putusnya pipa PDAM yang berdampak pada pelayanan, Direktur PDAM Tirta Mahottama Klungkung, Nyoman Renin Suyasa saat dikonfirmasi, Sabtu (9/11) membenarkan.

Menurutnya, akibat terputusnya pipa 350 MM di wilayah Kecamatan Rendang, Karangasem, semua pompa yang berada di mata air Rendang tidak dioperasikan sejak Jumat malam (8/11) sekitar pukul 21.30.

Akibat terputusnya pipa, pendistribusian air diakui mengalami gangguan.

Ada sekitar 16 ribu pelanggan PDAM Klungkung yang berada di wilayah Kecamatan Klungkung tidak dapat dilayani akibat hal tersebut.

 “Pipanya terputus karena adanya tekanan balik pada pipa yang cukup kuat,” katanya.

Bagi pelanggan PDAM Klungkung yang terdampak, dia mengaku telah melakukan pendistribusian air menggunakan mobil tangki.

Sementara itu, petugas PDAM Klungkung lainnya telah melakukan perbaikan sejak Sabtu pagi. Sedangkan hingga Sabtu sore tadi, katanya masalah pipa putus itu telah teratasi.

“Tadi sudah selesai kami perbaiki dan sekarang sedang pengisian air,” ujar Renin saat dihubungi sekitar pukul 16.30.

Meski sudah diperbaiki, pihaknya enggan menjelaskan kapan air bersih bisa dinikmati kembali oleh sekitar 16 ribu pelanggan PDAM Klungkung.

“Sekarang kami masih di lapangan dan saat ini masih proses pengisian air,” tukasnya. 

(rb/pra/ayu/mus/JPR)

 TOP