Minggu, 15 Dec 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Coach Indra Tak Puas Hasil Imbang Kontra Iran, Siap Coret 3 Pemain

14 November 2019, 08: 17: 33 WIB | editor : ali mustofa

bali united, timnas indonesia, indonesia u 23, iran u- 23, coach indra sjafri, hasil imbang, coret 3 pemain

Evan Dimas dihadang kapten Timnas Iran Omid Nor Afkan saat duel persabatan di Stadion Kapten Dipta kemarin (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – 28 pemain yang ada ketika Timnas U-23 menghadapi Timnas Iran U-23 mungkin sedang harap-harap cemas.

Apakah tiga dari mereka akan dicoret pelatih Indra Sjafri lebih dulu atau tidak setelah hasil imbang 1-1 dalam laga uji coba di Stadion Kapten I Wayan DIpta, Rabu sore kemarin (13/11).

Sebenarnya, Timnas U-23 bermain tidak terlalu buruk dan berhasil mencetak gol lebih dulu melalui gol yang dilesakkan M. Rafli pada menit kesepuluh.

Tapi, dibabak kedua, gawang Timnas U-23 yang dikawal Awan Seto Raharjo justru kebobolan pada menit ke-67 melalui tembakan Mohammed Reza Azadi.

Dan, tidak puas. Itulah yang dilontarkan Coach Indra Sjafri usai skuad asuhannya ditahan imbang kemarin.

Konsekuensinya, mantan arsitek Bali United itu akan mencoret tiga pemain di Jakarta. Kemungkinan besar, pengumuman pencoretan akan dilakukan hari ini atau Jumat (15/11).

“Besok akan kami umumkan tiga pemain yang dicoret lebih dulu sehingga kuota pemain yang ada menjadi 25 pemain sebelum akhirnya kami mengumumkan 20 pemain pada tanggal 18 November nanti,” terang Indra Sjafri.

Jika dilihat dari ucapan Indra Sjfari, Alberto “Beto” Goncalves bisa menjadi pemain yang akan dicoret. Pasalnya, kemarin, hanya 27 pemain yang masuk dalam daftar susunan pemain.

Beto sendiri tidak masuk namanya karena mengalami cedera hamstring saat sesi latihan di Lapangan Gelora Samudera, Kuta, Selasa kemarin (12/11).

“Kami harus melihat dan berkonsultasi dengan tim medis di Jakarta, apakah kami bisa menunggu kondisi Beto sampai sembuh atau meninggalkan dia,” ucapnya dengan tegas.

Mengenai evaluasi permainan kemarin, pelatih asal Sumatera Barat tersebut menilai jika game plan yang dijalankan sudah dibaca oleh Iran.

“Kami main dengan skema deep defending dan mereka (Iran) memakai lebar lapangan dan pressing. Skema sebenarnya tidak masalah, hanya saja counter attack yang kurang.

Ada mungkn tiga peluang yang seharusnya menjadi gol. Jika dibandingkan ketika melawan Tiongkok, Jordania, dan Arab Saudi, komposisi tim yang sekarang tidak lebih baik. Belum lebih baik,” terangnya.

“Makanya di uji coba yang kedua, kami ingin mencari komposisi pemain yang pas. Apalagi kami dan Iran juga sudah tahu cara bermain seperti apa. Kami akan melihat komposisi pemain terbaik di Pakansari,” tambah mantan arsitek Timnas U-19 itu.

Disisi lain, Pelatih Timnas Iran U-23 Hamid Reza Astili setali tiga uang dengan Indra Sjafri. Menurutnya, Reza Jabireh dkk banyak memiliki peluang dibabak pertama, tetapi penyelesaian akhirnya yang masih jauh dari kata sempurna.

Kurang apiknya permainan Iran juga dikaitkan dengan waktu recovery yang singkat setelah melakukan perjalanan jauh dari Teheran.

“Babak kedua, kami tidak senang dengan permainan kami. Perbedaan waktu empat jam antara Indonesia dan Iran menjadi masalah.

Kami belum memiliki waktu istirahat yang cukup dan pemain lelah. Itu sebabnya koneksi antar pemain masih kurang. Saya akui, dibabak kedua Indonesia lebih baik dari kami,” tutupnya. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP