Senin, 16 Dec 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

NGERI! Duel Satu Lawan Satu, Petani Pekutatan Tumbang Dibacok Parang

18 November 2019, 06: 27: 09 WIB | editor : ali mustofa

ngeri, petani duel, satu lawan satu, petani pekutatan, tumbang dbacok, dibacok parang, polsek pekutatan

Ketut Suartana, petani Pekutatan mendapat perawatan di RSU Negara setelah dibacok Made Sudarma dengan parang dalam duel satu lawan satu, Sabtu malam lalu (M.Basir/Radar Bali)

Share this      

NEGARA – Dua orang petani dari Banjar Pasut, Desa Pengragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, terlibat duel satu lawan satu, Sabtu (16/11) malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Yang mengerikan, keduanya sama-sama menggunakan senjata tajam saat duel. Perkelahian satu lawan satu ini

menyebabkan salah satu orang petani mengalami luka bacok pada bagian kepala, sehingga harus mendapat perawatan intensif di RSU Negara.

Perkelahian ini melibatkan Ketut Suarta, 40, dengan I Made Sudarma, 57. Pada saat berkelahi, Ketut Suarta membawa taji, sementara I Made Sudarma membawa parang.

Akibat duel itu, Ketut Suarta mengalami luka terbuka pada bagian kepala terkena sabetan parang. Suarta sempat dilarikan ke Puskesmas Pekutatan.

Namun, karena luka yang dialaminya cukup parah, korban dirujuk ke RSU Negara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ditemui di RSU Negara kemarin, Suarta masih belum bisa berkomunikasi dengan lancar. Pihak keluarga juga enggan memberikan keterangan pada media.

Menurut dokter RSU Negara Dewa Putu Eka Juli Antara, pihaknya menerima pasien rujukan dari Puskesmas Pekutatan atas nama Ketut Suarta sekitar pukul 23.00 wita.

Korban dirujuk dalam kondisi luka robek pada bagian kepala sebelah kiri diatas telinga sekitar 10 cm dan beberapa luka lecet bagian pinggang kiri dan lengan kanan.

“Di Puskesmas sudah mendapat penanganan, tapi butuh lebih lanjut kesini dan sudah dilakukan penanganan,” jelas dr Dewa Putu Eka Juli Antara.

Kondisi pasien sadar sejak dirujuk dari Puskesmas. Dokter kemudian melakukan tindakan penanganan medis hingga kondisi pasien stabil, baik dari tensi dan lainnya.

Suarta yang saat ini menjalani rawat inap di ruang Dahlia RSU Negara masih perlu penanganan lebih lanjut akibat luka robek di kepala.

“Sudah saya sampaikan pada dokter bedah, Nanti akan dilakukan tindakan lebih lanjut. Pembersihan luka dan memperbaiki jahitan agar lebih baik,” terangnya. 

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP